Sambal Pedas Indonesia Dari Rawit Hingga Bhut Jolokia
- 28 Nov 2025 21:07 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Fenomena kuliner pedas kembali mengemuka setelah sejumlah warung dan pelaku UMKM mulai mempopulerkan enam varian sambal yang disebut-sebut sebagai sambal paling pedas di Indonesia.
Mulai dari sambal rawit, sambal setan, sambal matah superpedas, hingga sambal dengan campuran cabai bhut jolokia, tiap varian menawarkan tingkat kepedasan yang berbeda namun sama-sama menantang lidah.
Antusiasme warganet pun meningkat, terutama setelah berbagai video tantangan mencicipinya viral di media sosial.
| Baca juga: Mengenal Jamur Enoki dan Cara Mengolahnya |
Dalam uji coba yang dilakukan tim redaksi, sambal rawit dan sambal setan menjadi dua varian yang langsung memberikan sensasi terbakar sejak suapan pertama.
Kombinasi cabai rawit merah yang diulek kasar dengan sedikit bawang dan garam menghadirkan pedas tajam yang cepat “naik” ke kepala. Sementara sambal setan menawarkan pedas yang lebih menusuk, berkat campuran cabai rawit hijau dan cabai keriting dengan aroma bawang yang kuat.
Sambal matah superpedas versi modifikasi dari Bali juga mencuri perhatian karena tingkat pedasnya yang muncul perlahan namun bertahan lama.
Potongan cabai rawit, bawang merah, dan perasan jeruk limau menghasilkan sensasi pedas segar yang membuat pelipis ikut berkeringat. Berbeda dengan itu, sambal hijau padang versi ekstrem memberikan pedas lembut namun menumpuk, sehingga efeknya terasa beberapa menit setelah disantap.
Dua sambal terakhir yang diuji adalah sambal korek ekstra rawit dan sambal bhut jolokia, keduanya dianggap sebagai “puncak tantangan” oleh para pencinta kuliner pedas.
Sambal korek yang digoreng ringan membuat rasa pedasnya langsung meledak begitu dicicipi. Sementara sambal bhut jolokia menggunakan salah satu cabai terpedas di dunia menyisakan sensasi panas berkepanjangan yang membuat beberapa tester terpaksa menghentikan tantangan lebih awal.
| Baca juga: Kerupuk Camilan Enak Khas Indonesia |
Pakar kuliner menilai tren sambal ekstrem yang tengah marak ini muncul karena minat anak muda terhadap pengalaman makan yang memicu adrenalin dan mudah dibagikan sebagai konten digital.
Meski begitu, ahli kesehatan tetap mengingatkan untuk tidak mengonsumsi sambal superpedas secara berlebihan karena dapat memicu iritasi lambung hingga gangguan pencernaan.
Kendati demikian, popularitas enam sambal terpedas di Indonesia ini diprediksi belum akan surut karena semakin banyak tempat makan mulai menjadikannya menu unggulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....