Mitos Pola Makan dan Jerawat yang Perlu Dipahami

  • 05 Okt 2026 20:36 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Jerawat merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat dialami banyak orang, termasuk pada usia dewasa. Kemunculannya dipengaruhi berbagai faktor, seperti perubahan hormon, genetik, lingkungan, produk perawatan kulit, obat-obatan, kondisi kesehatan tertentu, serta pola makan.

Dilansir dari Healthline, salah satu anggapan yang banyak beredar adalah cokelat secara langsung menyebabkan jerawat. Namun, penelitian belum memberikan bukti yang cukup bahwa cokelat menjadi penyebab jerawat, meskipun kandungan gula dan susu dalam beberapa produk cokelat mungkin berpengaruh pada sebagian orang.

Produk susu juga kerap dianggap sebagai penyebab utama munculnya jerawat. Sejumlah penelitian menemukan kemungkinan hubungan antara konsumsi susu dan jerawat, tetapi hasilnya belum konsisten sehingga belum dapat membuktikan adanya hubungan sebab-akibat.

Makanan berminyak dan gorengan juga sering dikaitkan dengan timbulnya jerawat karena dianggap meningkatkan produksi minyak pada kulit. Hingga kini, belum terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa makanan berminyak atau gorengan secara langsung menyebabkan atau memperburuk jerawat, meskipun pola makan tinggi makanan tersebut dapat berkaitan dengan peradangan.

Anggapan lain menyebutkan bahwa menghindari gluten dapat membuat kulit menjadi lebih bersih. Padahal, belum ada bukti yang menunjukkan hubungan antara gluten dan jerawat atau bahwa diet bebas gluten dapat menghilangkan jerawat pada orang yang tidak memiliki penyakit celiac.

Alih-alih menghilangkan makanan tertentu secara berlebihan, pola makan seimbang lebih penting untuk mendukung kesehatan kulit. Pola makan dengan indeks glikemik rendah berpotensi membantu mengurangi jerawat, sementara konsumsi makanan sebaiknya mencakup protein, lemak sehat, sumber serat, serta sayuran.

Dengan demikian, tidak semua makanan yang selama ini dianggap sebagai penyebab jerawat terbukti secara ilmiah dapat memicu masalah kulit tersebut. Jika jerawat terus muncul atau tidak membaik dengan perawatan biasa, konsultasi dengan dokter kulit atau ahli gizi dapat membantu menemukan kemungkinan pemicu dan menentukan penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....