Mitos Pola Makan yang Sering Dikaitkan dengan Jerawat

  • 20 Sep 2026 09:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Jerawat merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat dialami hampir semua orang, termasuk orang dewasa. Kemunculannya dipengaruhi berbagai faktor, seperti perubahan hormon, genetik, lingkungan, produk perawatan kulit, obat-obatan, kondisi kesehatan tertentu, dan terkadang pola makan.

Dilansir dari Healthline, salah satu anggapan yang banyak beredar adalah cokelat secara langsung menyebabkan jerawat. Namun, penelitian yang tersedia belum memberikan bukti kuat bahwa cokelat itu sendiri menjadi penyebab jerawat, meskipun makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dikaitkan dengan kemungkinan munculnya jerawat.

Produk susu juga sering dianggap sebagai penyebab utama jerawat, tetapi hasil penelitian mengenai hubungan tersebut masih belum konsisten. Beberapa penelitian observasional menemukan kemungkinan hubungan antara konsumsi produk susu dan jerawat, tetapi belum cukup bukti untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat secara pasti.

Mitos lain menyebutkan bahwa makanan berminyak dan gorengan secara langsung menyebabkan jerawat. Belum ada penelitian yang menunjukkan makanan berminyak atau gorengan secara langsung menyebabkan atau memperburuk jerawat, meskipun pola makan yang banyak mengandung makanan tersebut dapat berkaitan dengan peradangan.

Menghindari gluten juga tidak terbukti dapat membuat kulit bebas jerawat pada kebanyakan orang. Penelitian belum menemukan hubungan kuat antara gluten dan jerawat, sehingga menjalani diet bebas gluten tanpa alasan medis justru berpotensi menyebabkan kekurangan zat gizi dan menambah tekanan dalam menjalani pola makan.

Alih-alih menghilangkan makanan tertentu secara berlebihan, perhatian dapat diarahkan pada pola makan yang seimbang dan bergizi. Pola makan dengan indeks glikemik rendah berpotensi membantu memperbaiki kondisi jerawat, sementara konsumsi makanan secara teratur dengan kombinasi protein, lemak sehat, sumber serat, dan sayuran dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah.

Pada akhirnya, hubungan antara makanan dan jerawat lebih kompleks daripada anggapan bahwa satu jenis makanan menjadi penyebab langsungnya. Jika jerawat tidak membaik dengan perawatan yang dilakukan, konsultasi dengan dokter kulit atau ahli gizi dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan pemicu makanan secara lebih tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....