Manfaat Kombucha bagi Tubuh, Kurangi Peradangan hingga Sehatkan Pencernaan
- 22 Sep 2026 08:08 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh, umumnya teh hitam atau teh hijau, dengan bantuan bakteri dan ragi. Proses fermentasi tersebut menghasilkan minuman yang mengandung mikroorganisme hidup, termasuk bakteri yang berpotensi mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Dilansir dari laman Everyday Health, salah satu potensi manfaat kombucha berkaitan dengan kandungan probiotiknya yang dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Namun, bukti mengenai manfaat kombucha terhadap kesehatan pencernaan pada manusia masih terus diteliti sehingga tidak dapat dianggap sebagai pengobatan.
Kombucha yang dibuat dari teh hijau juga mengandung senyawa katekin, termasuk epigallocatechin-3-gallate atau EGCG. Senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi memengaruhi metabolisme, meskipun penelitian mengenai efeknya terhadap manusia masih menunjukkan hasil yang terbatas dan beragam.
Selain itu, kandungan polifenol dalam teh dapat memberikan aktivitas antioksidan yang berpotensi membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Kombucha juga diteliti karena kemungkinan kaitannya dengan kesehatan usus, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
Kombucha dapat menjadi alternatif minuman bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi minuman bersoda atau minuman manis lainnya. Meski demikian, kandungan gula pada setiap produk berbeda-beda sehingga penting memperhatikan label nutrisi sebelum mengonsumsinya.
Di sisi lain, kombucha tetap mengandung sejumlah kecil alkohol sebagai hasil proses fermentasi dan beberapa produk dapat memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Minuman ini juga tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, kombucha dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang, tetapi bukan minuman yang dapat menggantikan pengobatan atau pola hidup sehat. Pemilihan produk yang higienis, rendah gula, serta konsumsi dalam jumlah wajar menjadi hal penting untuk memperoleh manfaat sekaligus mengurangi potensi risikonya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....