Waspada Bahaya Kebakaran dan Asap saat Musim Kemarau

  • 11 Agt 2026 19:19 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai masyarakat. Selain mengancam lingkungan, kebakaran juga dapat menimbulkan asap yang berbahaya bagi kesehatan, terutama apabila kualitas udara mulai menurun.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan mengandung berbagai gas dan partikel berbahaya. Partikel berukuran kecil dapat masuk hingga ke saluran pernapasan dan paru-paru.

Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan, sakit kepala, serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan ISPA.

Kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap antara lain anak-anak, kalangan lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit asma, jantung maupun gangguan paru-paru.

Salah seorang warga Palangka Raya, Siti Rahma (35), mengatakan kondisi asap menjadi perhatian masyarakat karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, khususnya bagi anak-anak.

“Kalau sudah mulai banyak asap, kami sebagai masyarakat tentu khawatir. Anak-anak biasanya lebih mudah batuk dan merasa tidak nyaman ketika udara berasap. Kami berharap kebakaran lahan bisa segera ditangani dan masyarakat juga tidak melakukan pembakaran sembarangan," ucapnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sudah dipenuhi asap.

“Kami juga mengimbau warga untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Kalau melihat ada kebakaran, sebaiknya segera dilaporkan supaya bisa cepat ditangani,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara terdampak kabut asap. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Pintu dan jendela rumah juga dapat ditutup untuk mengurangi masuknya partikel asap ke dalam rumah.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan. Apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk yang semakin berat, mata mengalami iritasi, atau gangguan kesehatan lainnya akibat paparan asap, segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kewaspadaan terhadap kebakaran selama musim kemarau bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam kebakaran.

Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran, antara lain tidak membakar lahan dan sampah sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....