Kobar Kerahkan Helikopter Water Bombing Atasi Karhutla

  • 14 Sep 2026 10:39 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diperkuat dengan dukungan operasi udara melalui pengerahan helikopter water bombing. Hal ini disampaikan Bupati Hj. Nurhidayah, S.H.,M.H. ketika rapat koordinasi di posko induk penanganan karhutla di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar pada Jumat, 11 September 2026 malam.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan karhutla. Berdasarkan surat Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah tertanggal 11 September 2026, helikopter WB tipe Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM milik PT Dominic Asasta Aviasi akan direposisi ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun paling lambat 12 September 2026 untuk mendukung operasi udara penanganan karhutla.

Hj. Nurhidayah menyamapikan pengerahan helikopter water bombing ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi perkembangan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kobar. “Operasi udara nantinya akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif,” kata Hj. Nurhidayah.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Kondisi medan dan karakteristik kawasan membuat penanganan kebakaran di sejumlah titik membutuhkan dukungan dari udara.

Selain kawasan hutan, perhatian juga diarahkan pada titik-titik kebakaran yang berpotensi mendekati kawasan strategis dan permukiman. Salah satunya di sepanjang ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, khususnya wilayah sekitar Kilometer 20 yang saat ini api mulai merangsek mendekati kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Danau Masoraian.

Hj. Nurhidayah memandang kawasan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena selain memiliki nilai ekologis, wilayah ini juga berada di sekitar jalur transportasi yang menghubungkan Pangkalan Bun dengan sejumlah wilayah di bagian selatan Kobar.

Dengan dukungan water bombing, penanganan diharapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah meluas, tetapi juga dapat diarahkan untuk mencegah penjalaran api menuju kawasan yang lebih luas dan sulit ditangani melalui pemadaman darat.

Hj. Nurhidayah sebelumnya telah meminta seluruh unsur Satgas Penanganan Karhutla untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah dalam menghadapi perkembangan situasi terkini.

“Penting sekali keterlibatan seluruh unsur, termasuk camat, lurah dan kepala desa, dalam melakukan pemantauan serta pencegahan sejak dini. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar,” katanya.

Dalam penanganan terkini, sinergi antara operasi darat dan udara menjadi semakin penting. Unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pengelola kawasan, pemerintah kecamatan hingga masyarakat terus dilibatkan dalam upaya pemadaman dan pencegahan.

Dukungan helikopter water bombing diharapkan mampu memperkuat upaya tersebut, khususnya untuk menjangkau titik-titik api yang tidak mudah diakses oleh personel dan kendaraan pemadam dari jalur darat. (rib)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....