Satgas Karhutla Kalteng Perkuat Operasi Darat dan Udara

  • 30 Jul 2026 23:33 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Karhutla. Seluruh unsur operasi darat maupun udara dikerahkan untuk mempercepat penanganan di sejumlah wilayah prioritas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah selaku Komandan Harian Satgas Pengendali Karhutla, Ahmad Toyib, mengatakan seluruh personel Satgas terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla. “Seluruh kekuatan yang terdiri dari Satgas Udara, Satgas Darat, hingga tim pendukung operasi dikerahkan secara optimal agar setiap titik api dapat segera dideteksi dan dipadamkan sebelum meluas,” ucapnya, Kamis, 30 Juli 2026.

Ahmad Toyib menjelaskan, tantangan utama saat ini adalah kondisi lahan yang semakin kering akibat tingginya intensitas hari tanpa hujan. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Satgas secara terpadu melaksanakan patroli udara, pemadaman darat, operasi water bombing, serta patroli dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Koordinasi juga terus diperkuat bersama BNPB, BMKG, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat. Pada sektor udara, Satgas mengerahkan armada patroli dan helikopter water bombing untuk memantau sekaligus menangani titik-titik kebakaran.

Hasil patroli menunjukkan lokasi yang masih memerlukan penanganan intensif berada di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, dengan sekitar 9 hektare area terbakar dan sekitar 15 hektare lahan yang masih mengeluarkan asap tebal. Untuk mempercepat pemadaman, helikopter AS332C1 PK-DAN telah melaksanakan 72 kali pengeboman air di wilayah Jabiren, sementara helikopter EH-60A ZK-HKU melakukan 82 kali pengeboman air di kawasan Tumbang Nusa.

Sementara itu, penanganan di darat terus dilakukan oleh Satgas Pemadam Darat bersama BPB-PK, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, TSAK, Balakar, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta pihak perusahaan. Fokus operasi saat ini berada di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya.

“Sejumlah lokasi masih membutuhkan penanganan lanjutan karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara api tetap menyala di bawah permukaan tanah,” katanya.

Selain operasi pemadaman, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah juga terus mengintensifkan patroli darat dan siaran keliling di Kota Palangka Raya sebagai langkah pencegahan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, memahami dampak kabut asap terhadap kesehatan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api melalui layanan darurat yang telah disediakan.

Berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan iklim per 30 Juli 2026, tercatat sebanyak 107 titik panas (hotspot) tersebar di Kalimantan Tengah. Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 62 titik, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 15 titik.

Meski citra satelit belum menunjukkan adanya sebaran asap yang signifikan, kondisi lahan yang sangat kering serta prakiraan cuaca hingga awal Agustus yang didominasi cuaca cerah berawan dengan potensi hujan rendah membuat risiko Karhutla tetap tinggi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun mengajak seluruh masyarakat berperan aktif mencegah Karhutla dengan tidak membakar lahan dan segera melaporkan setiap temuan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. (MMC Kalteng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....