Disdik Kota Palangka Raya Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, SR Lakukan Penyesuaian

  • 05 Sep 2026 20:56 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Jumat, 4 September 2026. Kebijakan tersebut dilakukan mengingat kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya masih cukup pekat dan berbahaya bagi kesehatan.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan selama PJJ berlangsung, setiap guru diimbau memberikan inovasi dalam pembelajaran secara daring. Menurutnya, metode pembelajaran yang menarik dapat membuat anak tidak cepat bosan dan tetap fokus mengikuti pelajaran.

"Saat ini memang diharapkan ada inovasi, inisiatif dari masing-masing sekolah itu bagaimana pembelajaran itu bisa ditangkap oleh anak-anak murid. Karena ini kan sesuatu yang tidak biasa buat anak-anak sekolah, anak kecil. Jadi memang diperlukan inovasi bagaimana anak-anak itu bisa senang, bisa mengikuti zoom meeting orang jauh-jauh," katanya, Jumat, 4 September 2026.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya, Ranny Triayu Sintha, mengatakan sistem PJJ tidak diterapkan di Sekolah Rakyat. Meski begitu, pihaknya melakukan berbagai penyesuaian dalam sistem pembelajaran untuk tetap menjaga keamanan dan kesehatan murid selama kabut asap masih berlangsung.

"Yang pertama, kita melakukan mitigasi di mana siswa saat belajar atau berada di luar ruangan menggunakan masker. Lalu, siswa juga dibatasi untuk berada di luar ruangan. Jadi, siswa hanya berada di dalam ruangan saat belajar dan saat melaksanaan kegiatan makan lalu siswa kembali ke asrama," katanya.

Ranny menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat tetap berada di lingkungan sekolah karena kondisi kabut asap di sejumlah wilayah tempat tinggal mereka dinilai lebih pekat. Dengan tetap berada di sekolah dan asrama, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran dalam lingkungan yang relatif lebih aman dari paparan asap.

Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang belum membaik. Sekolah juga diharapkan terus menyesuaikan kegiatan pembelajaran dan menerapkan langkah mitigasi agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....