Kabut Asap Pekat, Sekolah Kurangi Aktivitas Luar dan Terapkan PJJ

  • 31 Agt 2026 23:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap yang semakin pekat di Kota Palangka Raya mulai berdampak pada aktivitas belajar siswa. Sebelum diterapkannya pembelajaran jarak jauh (PJJ), sejumlah sekolah telah lebih dahulu mengurangi jam belajar dan membatasi kegiatan siswa di luar ruangan sebagai langkah menjaga kesehatan di tengah kualitas udara yang memburuk.

Salah seorang guru SD IT Al Furqon, Erdha Tri Aprisna, mengatakan sebelum PJJ diberlakukan, jam belajar siswa telah dikurangi dari yang sebelumnya dimulai pukul 06.30 hingga pukul 14.00 menjadi pukul 08.00 sampai pukul 13.00. Kebijakan tersebut dilakukan sambil menunggu kondisi kabut asap membaik, terutama ketika asap mulai berkurang atau terbawa angin.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan di luar ruangan juga telah dihentikan sementara. Kegiatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang membutuhkan praktik di lapangan ditiadakan, begitu pula kegiatan ekstrakurikuler seperti karawitan dan menari yang biasa menggunakan area luar sekolah.

Pembatasan juga dilakukan saat waktu istirahat. Siswa diarahkan tetap berada di dalam kelas untuk mengurangi paparan asap. Sekolah juga menyiapkan masker bagi siswa serta mengingatkan mereka untuk membawa masker cadangan dari rumah.

Erdha menjelaskan, guru juga melakukan langkah cepat apabila terdapat siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan seperti pusing atau kesulitan bernapas. Pihak sekolah akan segera menghubungi orang tua untuk menjemput anak lebih awal. Jika orang tua belum dapat datang, siswa akan diistirahatkan di ruang UKS agar mendapatkan tempat yang lebih nyaman.

Edukasi mengenai bahaya kabut asap juga terus diberikan kepada siswa, terutama kelas 1 hingga kelas 3 yang masih membutuhkan pendampingan lebih dalam memahami dampak buruk kualitas udara. Materi tersebut dikaitkan dengan pembelajaran IPA, IPS, serta PJOK mengenai lingkungan dan pola hidup sehat, sehingga siswa memahami pentingnya menghindari aktivitas seperti bermain bola atau berlari di luar ruangan saat kabut asap pekat.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Percobaan Palangka Raya, Mulyati, mengatakan penyesuaian PJJ dilakukan setelah pihak sekolah menerima surat edaran terkait kondisi kualitas udara. Kebijakan ini membuat berbagai aktivitas pembelajaran yang sebelumnya dilakukan di luar kelas harus dihentikan sementara.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup memengaruhi keseharian anak-anak. Sebab, siswa sekolah dasar umumnya memiliki aktivitas fisik yang tinggi dan senang bermain di luar kelas, sehingga guru harus lebih intensif mengingatkan mereka agar tidak keluar ruangan.

Dampak kabut asap juga mulai terlihat secara fisik pada sejumlah siswa. Ketika berada di luar ruangan dalam waktu singkat, beberapa anak terlihat lebih cepat lelah dan mengalami kesulitan menarik napas saat bermain.

Selain itu, pihak sekolah mencatat adanya siswa yang mulai tidak masuk sekolah karena mengalami keluhan kesehatan. Keluhan yang disampaikan antara lain sakit tenggorokan, batuk, perut terasa pedih hingga mual.

Kondisi kesehatan tersebut dinilai turut mengganggu konsentrasi siswa selama mengikuti pembelajaran. Karena itu, sekolah terus melakukan pemantauan dan membatasi aktivitas fisik siswa, baik di dalam maupun di luar ruangan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....