Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

  • 31 Agt 2026 23:53 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Kondisi jarak pandang yang berubah-ubah membuat pihak bandara bersama AirNav Indonesia dan BMKG terus melakukan monitoring serta evaluasi untuk memastikan keselamatan penerbangan.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I made Darmawan, memastikan seluruh fasilitas penerbangan berfungsi dengan baik, sementara informasi cuaca dan jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan bagi pilot sebelum melakukan pendaratan maupun lepas landas.

Pada 19 Agustus 2026, tercatat dua penerbangan terdampak, yakni Super Air Jet rute Surabaya-Palangka Raya-Surabaya yang mengalami keterlambatan kedatangan selama 32 menit dan sempat melakukan go around karena jarak pandang hanya sekitar 600 meter.

"Untuk penerbangan Wings Air rute Balikpapan-Palangka Raya-Balikpapan mengalami keterlambatan sekitar 50 menit. Pada Jumat 28 Agustus 2026, kondisi serupa kembali terjadi, dengan Super Air Jet rute Palangka Raya-Surabaya terlambat sekitar 30 menit akibat jarak pandang di bawah batas aman. Sementara Wings Air sempat kembali ke Balikpapan (return to base/RTP) dan baru dapat mendarat di Palangka Raya sekitar pukul 11.38 WIB setelah kondisi jarak pandang membaik,” katanya, Minggu 30 Agustus 2026.

Pihak bandara mengimbau masyarakat memahami kemungkinan keterlambatan selama kabut asap masih terjadi, karena keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional penerbangan. Masyarakat juga diminta tidak memaksakan perjalanan apabila tidak mendesak dan tetap mengikuti informasi terbaru dari pihak maskapai serta bandara.

Kondisi jarak pandang yang sempat membaik hingga di atas 2.500 meter memungkinkan pesawat kembali melakukan pendaratan dan lepas landas secara normal. Sementara itu salah seorang warga Kota Palangka Raya , Erdha, mengharapkan agar transportasi penerbangan di Kalimantan Tengah dapat berjalan dengan baik dan lancar.

"Apabila ada kendala hendaknya dapat diatasi secara bersama sehingga keamanan penumpang pesawat dapat lebih terjamin. Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan saat ini dampaknya mulai dirasakan kan masyarakat di Kota Palangka Raya,” ucapnya.

Kondisi udara yang memburuk tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan keluhan kesehatan, seperti pusing dan sesak napas, terutama bagi kelompok rentan dan juga mengganggu aktivitas transportasi penerbangan udara yang tetap diperlukan masyarakat untuk bepergian keluar kota dengan berbagai keperluan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....