Karhutla di Palangka Raya Capai 234 Hektare
- 18 Agt 2026 20:36 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus menjadi perhatian. Sejak penetapan status siaga darurat karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 246 kejadian karhutla dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 234,63 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan ratusan kejadian tersebut tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla paling tinggi.
“Kalau kita lihat dari data sampai 16 Agustus, kejadian karhutla di Kota Palangka Raya sudah mencapai 246 kejadian dengan luas lahan yang terbakar sekitar 234,63 hektare. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama karena kejadian kebakaran masih terus terjadi di sejumlah wilayah,” kata Heri, Senin, 17 Agustus 2026.
Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya mencatat kejadian karhutla terbanyak, yakni mencapai 156 kejadian. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini sebagai salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Selanjutnya, Kecamatan Sebangau tercatat sebanyak 62 kejadian, Kecamatan Pahandut 20 kejadian, dan Kecamatan Bukit Batu sebanyak 8 kejadian. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit belum tercatat mengalami kejadian karhutla hingga periode tersebut.
Heri menuturkan, tingginya angka kejadian karhutla menunjukkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan masih perlu ditingkatkan, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Masyarakat diminta turut berperan dalam mencegah munculnya titik api di lingkungan masing-masing.
“Dengan kondisi seperti ini, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan karena dalam kondisi kering api bisa dengan cepat membesar dan meluas,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....