Pemprov Siagakan 10.700 Personel Gabungan Hadapi Karhutla Kalteng

  • 08 Sep 2026 21:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiagakan 10.700 personel gabungan untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayah. Kekuatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, masyarakat peduli api, serta berbagai pihak terkait.

Kesiapsiagaan di darat juga diperkuat dengan dukungan operasi udara berupa enam unit helikopter dan satu unit pesawat OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) atau patroli. Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah seiring meningkatnya aktivitas karhutla memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalimantan Tengah yang diperbarui Senin 7 September 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 1.727 titik hotspot dalam perkembangan harian. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar potensi kebakaran dapat segera dikendalikan.

Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan pencegahan dan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani.

Menurutnya yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Kalteng tetap aman dari dampak kabut asap. "Saya minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya, Senin, 7 September 2026.

Berdasarkan laporan kabupaten dan kota kepada Pusdalops PB Provinsi Kalimantan Tengah, hingga 7 September 2026 tercatat 47 kejadian karhutla dengan estimasi luas area terbakar mencapai 100,44 hektare. Kabupaten Katingan menjadi wilayah dengan hotspot harian terbanyak, yakni 338 titik, disusul Pulang Pisau 299 titik, Seruyan 297 titik, Kotawaringin Timur 271 titik, dan Kota Palangka Raya 155 titik.

Secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 7 September 2026, tercatat 104.140 hotspot, 2.698 kejadian karhutla, dan luas area terbakar berdasarkan laporan lapangan mencapai 8.139,12 hektare. Sementara berdasarkan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS, luas area terindikasi terbakar mencapai 7.634 hektare.

Dari sisi luasan, Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan karhutla terbesar mencapai 2.423,24 hektare, diikuti Kotawaringin Barat 1.082,74 hektare dan Seruyan 1.028,64 hektare. Peningkatan aktivitas karhutla terjadi signifikan pada Agustus 2026 dengan 71.350 hotspot, 1.444 kejadian, dan luas area terbakar sekitar 4.898,06 hektare.

Sementara hingga 7 September, telah tercatat 27.457 hotspot, 413 kejadian, dan luas area terbakar sekitar 1.551,29 hektare. Pemerintah juga memperkuat penegakan hukum, dengan 32 penanganan pelanggaran terkait karhutla hingga periode tersebut.

Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian, dengan 79.081 kasus ISPA tercatat secara kumulatif dan 6.734 kasus pada Minggu IV Agustus 2026. Sebagai mitigasi, pemerintah menyiapkan 150 lokasi Rumah Oksigen serta mendukung penerapan Pembelajaran Jarak Jauh di sembilan kabupaten/kota sesuai kondisi wilayah.

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan membakar dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2026. (MMC Kalteng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....