Waspadai Api, Puncak Musim Kemarau Kalteng Diprediksi Agustus hingga September
- 27 Jul 2026 08:49 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya, telah memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada Agustus hingga September, dengan kondisi panas dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi berkurangnya tutupan awan sehingga intensitas penyinaran matahari ke permukaan bumi menjadi lebih maksimal.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, mengatakan BMKG mencatat suhu udara maksimum pada Juli masih berada dalam kisaran normal, yakni sekitar 33 hingga 35 derajat Celsius dan berpotensi mencapai 36 derajat Celsius. Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Oktober atau November, sehingga kondisi panas masih berpotensi terjadi sebagai bagian dari pola iklim tahunan yang umum.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, hingga angin puting beliung.
"BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan akibat berkurangnya curah hujan. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta menggunakan masker saat berada di luar ruangan, terutama di wilayah yang terdampak asap karhutla. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama, serta rutin memantau informasi cuaca resmi,” katanya, Minggu, 26 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan Pemerintah Kota Palangka Raya sejak 1 juni 2026 lalu, telah menetapkan status siaga Karhutla mengingat kondisi cuaca musim kemarau saat ini cukup mengkuatirkan. "Dengan status siaga ini, kami berharap kinerja Tim BPBD dilapangan, akan semakin maksimal dalam upaya penanganan Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.
Heri Fauzi menambahkan, selain menggunakan sarana dan prasarana penunjang di darat BPBD kota juga berkoordinasi dengan BPBPK Provinsi maupun Dinas Kehutanan Provinsi melakukan pemadaman dari udara melalui helikopter water bombing bila dirasa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi telah semakin meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....