Hadapi Karhutla Gambut, Pemkab Pulang Pisau Perkuat Kesiapsiagaan dan Koordinasi

  • 25 Jul 2026 01:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i didampingi Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta meninjau Posko Lapangan Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polres Pulang Pisau di kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa, Jumat, 24 Juli 2026.

Peninjauan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan guna memantau perkembangan Karhutla di wilayah Desa Tumbang Nusa yang hingga kini belum padam sepenuhnya. Proses pemadaman di lokasi menghadapi tantangan ekstra berat akibat karakteristik lahan gambut.

Api yang nampak padam di permukaan kerap kali masih membara di dalam tanah melalui perakaran gambut, sehingga memicu munculnya titik api baru saat ditiup angin. Di lokasi peninjauan, gubernur bersama rombongan menggelar rapat koordinasi lapangan untuk memetakan penanganan teknis bersama unsur TNI/Polri, BPBD Pulang Pisau, Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Manggala Agni, serta Satgas Karhutla.

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa Pemkab Pulang Pisau memantau perkembangan Karhutla Tumbang Nusa secara intensif guna memastikan seluruh upaya penanganan berjalan optimal.

"Sinergi kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat ini sangat penting agar langkah pencegahan maupun pemadaman dapat berjalan efektif di lapangan," ucap Ahmad Rifa’i di lokasi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau Herman Wibowo membeberkan sejumlah kendala utama yang dihadapi tim gabungan selama proses pemadaman.

"Beberapa kendala krusial di antaranya pendangkalan debit air sungai di sekitar lokasi, suhu udara yang sangat ekstrem, serta perubahan arah angin yang tidak menentu sehingga menyulitkan pergerakan petugas dan kepulan asap pekat," Herman Wibowo menambahkan

Melalui peninjauan bersama ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan operasional guna menekan dampak kebencanaan Karhutla seminimal mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....