Damkar Kobar Evakuasi Ular Sanca dari Kandang Warga di Natai Raya

  • 22 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Pangkalan Bun - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Damkar Kobar) kembali melaksanakan operasi penyelamatan non kebakaran (animal rescue) dengan mengevakuasi seekor ular sanca (Pythonidae) yang berada di area kandang milik warga di Jalan Natai Raya, Kelurahan Natai Raya, Kecamatan Arut Selatan, Senin, 19 Juni 2026, siang.

Laporan diterima Mako Damkar pada pukul 11.42 WIB melalui aplikasi WhatsApp dari seorang warga bernama Bayu Nur Wahyudi. Pelapor menyampaikan bahwa terdapat seekor ular di sekitar kandang miliknya sehingga dikhawatirkan membahayakan penghuni rumah maupun hewan ternak.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Anggota Piket Regu I segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, petugas melakukan identifikasi dan memastikan ular tersebut merupakan ular sanca (Pythonidae) yang berada di dalam kandang.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Fahliansyah, mengatakan bahwa respons cepat petugas merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya pada kejadian kebakaran tetapi juga penyelamatan non kebakaran.

"Setiap laporan masyarakat kami tindak lanjuti dengan cepat. Penanganan ular dilakukan menggunakan peralatan yang sesuai agar proses evakuasi berlangsung aman, baik bagi petugas, warga maupun satwa tersebut," ujar Fahliansyah.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit. Berkat keterampilan petugas, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan, kemudian dibawa ke tempat yang aman untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap sendiri ular atau satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman. Warga diharapkan segera menghubungi Mako Damkar apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan profesional. (M.R)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....