DPRD Kalteng Minta Pendidikan dan Kesehatan Tetap Terlindungi

  • 19 Jun 2026 00:03 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya– Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan pemerintah daerah untuk memberikan perhatian dan perlindungan khusus terhadap sektor pendidikan dan kesehatan di tengah gejolak harga energi yang terjadi saat ini. Faridawaty mengatakan kenaikan harga energi berpotensi memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap biaya operasional berbagai layanan publik.

Sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan masyarakat lainnya dinilai menjadi sektor yang paling rentan terdampak apabila tidak ada langkah antisipasi yang memadai. Menurutnya, peningkatan biaya energi dapat menyebabkan naiknya pengeluaran operasional untuk kebutuhan listrik, transportasi, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana.

Kondisi tersebut berisiko memengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat apabila tidak diimbangi dengan dukungan anggaran yang cukup. "Jika tidak diantisipasi dengan baik, dikhawatirkan beban tersebut justru akan dialihkan kepada masyarakat atau mengurangi kualitas layanan yang diberikan,” ucapnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus tetap terjamin dalam kondisi apa pun. Oleh karena itu, kedua sektor tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah agar tetap stabil, berkualitas, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Faridawaty juga meminta pemerintah daerah segera menyusun langkah-langkah strategis untuk menghadapi potensi dampak kenaikan harga energi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan efisiensi penggunaan energi di fasilitas publik, melakukan penyesuaian alokasi anggaran, serta memastikan tidak ada penambahan biaya yang dibebankan kepada siswa maupun pasien.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan yang tepat guna menjaga keberlangsungan pelayanan publik. “Jangan sampai kenaikan harga energi ini mengganggu jalannya proses belajar mengajar atau menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Perlu ada kebijakan yang melindungi kedua sektor ini agar tetap berjalan optimal,” katanya.

Dengan langkah antisipatif yang tepat, sektor pendidikan dan kesehatan di Kalimantan Tengah diharapkan tetap mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....