Lalu Lintas Ternak Sapi di Kobar Meningkat Pasca Iduladha, Pengawasan Diperketat

  • 18 Jun 2026 13:39 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Arus lalu lintas ternak sapi yang masuk ke Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terpantau meningkat pasca perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Aktivitas pengiriman ternak dari berbagai daerah pemasok, terutama dari Pulau Jawa, kembali ramai seiring meningkatnya kebutuhan penggemukan, pembibitan, dan persiapan pemenuhan kebutuhan daging masyarakat pada periode berikutnya.

Untuk memastikan kesehatan dan keamanan ternak yang diperdagangkan, Dinas Pertanian (Distan) Kobar melalui petugas Check Point Kumai terus melakukan pengawasan terhadap lalu lintas ternak yang masuk maupun keluar daerah.

Kepala Distan Kobar, Riza Pahlevi, mengatakan bahwa peningkatan arus ternak setelah Iduladha merupakan fenomena yang lazim terjadi dalam siklus usaha peternakan. Setelah kebutuhan hewan kurban terpenuhi, pelaku usaha kembali melakukan pengadaan ternak guna mendukung kegiatan penggemukan dan pengembangan usaha.

“Peningkatan lalu lintas ternak menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi sektor peternakan kembali bergerak. Namun demikian, aspek kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama agar tidak terjadi penyebaran penyakit hewan menular melalui perpindahan ternak antarwilayah,” ujarnya, Selasa, 17 Juni 2026.

Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan hewan bekerja sama dengan petugas Badan Karantina Pertanian melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap setiap ternak yang masuk ke wilayah Kobar.

Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan dokumen lalu lintas ternak seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sertifikat veteriner, serta identitas ternak. Selain itu, petugas juga melakukan pengamatan kondisi fisik hewan untuk memastikan ternak dalam keadaan sehat dan bebas dari gejala penyakit menular.

Distan Kobar juga meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit hewan menular strategis yang berpotensi terbawa melalui perpindahan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta penyakit lainnya yang dapat mengganggu produktivitas peternakan.

Upaya pengawasan dilakukan secara terpadu melalui koordinasi antara petugas karantina, pelaku usaha peternakan, transporter ternak, dan pemerintah daerah asal ternak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan lalu lintas ternak sekaligus melindungi populasi ternak lokal.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar ternak yang masuk ke wilayah Kobar berasal dari daerah sentra peternakan yang telah memenuhi persyaratan kesehatan hewan serta dilengkapi dokumen resmi sesuai ketentuan. Kondisi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pelaku usaha peternakan terhadap pentingnya kepatuhan dalam lalu lintas ternak, baik dari sisi administrasi maupun aspek kesehatan hewan.

Distan Kobar mengimbau seluruh peternak dan pelaku usaha untuk selalu melaporkan kedatangan ternak kepada petugas setempat serta memastikan setiap pengiriman dilengkapi dokumen yang sah dan lengkap. Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Distan Kobar berkomitmen menjaga kelancaran distribusi ternak, mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan menular, serta mendukung pertumbuhan sektor peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Kotawaringin Barat. (Distan Kobar).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....