Cenderung Stabil, Disperindagkop UKM Kobar Catat Harga Kebutuhan Pokok Terkini

  • 22 Jun 2026 17:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Perkembangan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Kabupaten Kotawaringin Barat pada minggu ketiga Juni 2026 terpantau cenderung stabil. Berdasarkan hasil analisa Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) setempat, tidak ditemukan adanya komoditas yang mengalami lonjakan harga.

Plt. Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, mengatakan kondisi pasar pada pertengahan bulan ini menunjukkan situasi yang jauh lebih terkendali. Menurutnya, fluktuasi berupa penurunan harga yang terjadi pada beberapa komoditas hortikultura masih berada dalam batas yang wajar.

“Secara umum perkembangan harga barang kebutuhan pokok pada minggu ketiga Juni 2026 berada dalam kondisi stabil. Penurunan yang terjadi pada beberapa komoditas masih tergolong wajar dan tidak memengaruhi ketersediaan barang di pasar. Disperindagkop UKM akan terus melakukan pemantauan rutin untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya pada Senin, 22 Juni 2026.

Hasil pemantauan harian menunjukkan komoditas tepung terigu merek Segitiga Biru mengalami penurunan tipis dari Rp12.400 menjadi Rp12.300 per kilogram. Sementara itu, bahan pangan utama lain seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, dan telur ayam tercatat bertahan tanpa perubahan harga.

Jika dikomparasikan dengan pekan sebelumnya, komoditas cabai merah besar mencatat penurunan paling signifikan yakni sebesar 11,11 persen menjadi Rp80 ribu per kilogram. Penurunan ini diikuti oleh komoditas bawang merah yang melandai sebesar 3,51 persen hingga menyentuh angka Rp55 ribu per kilogram.

Untuk kelompok sayur dan bumbu dapur lainnya, harga jual di tingkat pedagang terpantau kompak fluktuatif namun bergerak stabil. Cabai rawit hijau masih bertahan di level Rp100 ribu per kilogram, sedangkan komoditas bawang putih ajek pada harga Rp45.000 per kilogram.

Kondisi tenangnya harga sejumlah komoditas strategis ini menjadi indikator positif bahwa rantai pasok ke wilayah Kotawaringin Barat berjalan tanpa hambatan. Keseimbangan ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah di paruh kedua tahun ini.

Pihak dinas terkait memastikan akan terus menjaga komunikasi dengan para agen dan distributor besar di pasar tradisional. Langkah preventif tersebut diambil guna mengantisipasi hambatan logistik yang sewaktu-waktu dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....