Inflasi Dipicu Beras Lokal dan Bawang Merah, Pemko Palangka Raya Siapkan GPM
- 12 Jun 2026 19:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan masih menjadi penyumbang inflasi di Kota Palangka Raya. Tingginya permintaan terhadap beras lokal serta kenaikan harga bawang merah menjadi faktor utama yang mendorong inflasi dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Yusianto, mengatakan komoditas yang mengalami tekanan inflasi di antaranya beras lokal dan bawang merah. Sementara itu, harga cabai rawit tidak mengalami kenaikan pada periode terbaru, meski masih berada di atas harga acuan pemerintah.
Menurutnya, inflasi pada komoditas beras lokal dipicu tingginya preferensi masyarakat terhadap jenis beras tersebut. Padahal, ketersediaan beras medium dan premium di pasaran masih mencukupi dengan harga yang sesuai ketentuan.
“Permintaan masyarakat terhadap beras lokal masih sangat tinggi, sementara tambahan pasokan baru diperkirakan tersedia setelah masa panen pada Juli hingga Agustus mendatang,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Selain beras lokal, kenaikan harga bawang merah dan masih tingginya harga cabai juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya telah menggelar High Level Meeting untuk membahas langkah-langkah pengendalian inflasi serta dampak kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Palangka Raya akan menggelar Gerakan Pangan Murah pada Sabtu mendatang. Kegiatan ini ditujukan untuk mengintervensi harga komoditas yang mengalami kenaikan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pilihan beras alternatif yang tersedia di pasaran.
Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan beras medium maupun premium yang harganya relatif lebih terjangkau dibanding sejumlah varietas beras lokal, seperti Mayang dan Karang Dukuh, sehingga tekanan inflasi dapat ditekan.
Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Palangka Raya, Fitria Husnatarina, menilai inflasi masih dapat dikelola dengan baik melalui pemantauan harga dan penguatan data statistik untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.
“Selain pola konsumsi masyarakat, faktor lain yang perlu mendapat perhatian adalah rantai pasok komoditas. Gangguan pada distribusi sering menjadi pemicu kenaikan harga dan inflasi,” katanya.
Fitria menambahkan, inflasi sering dipengaruhi oleh momentum tertentu yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, seperti Ramadan, Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, serta pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok.
Dengan langkah pengendalian yang tepat, diharapkan inflasi di Kota Palangka Raya dapat tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....