Pulang Pisau Dalami Penanganan Stunting, Wabup Lakukan Studi Tiru ke Bantul
- 09 Apr 2026 19:39 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melakukan langkah strategis guna mempercepat penurunan angka tengkes (stunting) di wilayahnya. Upaya ini dilakukan melalui kunjungan kerja studi tiru oleh Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis, 9 April 2026.
Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, memimpin langsung rombongan untuk mendalami inovasi penanganan tengkes di Bantul. Pemilihan lokasi ini didasari atas keberhasilan Kabupaten Bantul yang konsisten menekan prevalensi tengkes hingga masuk dalam jajaran lima besar daerah Zero Stunting di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Ahmad Jayadikarta menjelaskan bahwa fokus utama studi tiru ini adalah mempelajari integrasi data dan pemberdayaan masyarakat yang telah sukses diterapkan di Bantul. Sinkronisasi data dari tingkat desa hingga kabupaten dinilai menjadi kunci utama intervensi yang tepat sasaran.
"Kabupaten Bantul dipilih sebagai lokasi studi tiru didasari oleh rekam jejak kabupaten ini yang konsisten dalam menurunkan prevalensi stunting sejak tahun 2023 dan kini berada di lima besar daerah Zero Stunting se-Indonesia melalui program berbasis pemberdayaan masyarakat dan digitalisasi data," kata Ahmad Jayadikarta.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Ketua I TP PKK Dwi Erlina, Kepala Bapperida Bakhzar Efendi, Kepala DP3AP2KB dr. Pande Putu Gina, serta jajaran anggota tim TPPPS Pulang Pisau. Ahmad menambahkan bahwa Pulang Pisau berencana mengadaptasi sistem tersebut.
"Kami melihat Kabupaten Bantul memiliki komitmen yang sangat kuat, terutama dalam sinkronisasi data dari tingkat desa hingga kabupaten. Hal ini yang ingin kami adaptasi dan implementasikan di Pulang Pisau agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran," ujarnya.
Poin penting lainnya yang dipelajari mencakup penguatan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) serta penggunaan aplikasi pemantauan tumbuh kembang anak untuk deteksi dini tengkes. Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyambut baik kunjungan ini dan berbagi strategi mengenai aksi konvergensi yang mencakup delapan tahapan penting, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Keberhasilan Bantul ditegaskan Aris tidak hanya bertumpu pada sektor kesehatan semata, namun juga pada sinergi kuat antara perangkat daerah, TP PKK, dan tokoh masyarakat setempat. "Ada sinergi kuat antara perangkat daerah, TP PKK, dan tokoh masyarakat dalam menurunkan prevalensi stunting," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta.
Kunjungan ini diharapkan mampu menghasilkan capaian konkret bagi Kabupaten Pulang Pisau dalam menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Dengan penguatan edukasi terkait pola asuh, pola makan, dan sanitasi, TPPPS optimististis dapat mempercepat langkah preventif bagi keluarga berisiko tengkes di Bumi Handep Hapakat.
"Strategi kolaborasi pemanfaatan anggaran untuk program padat karya pangan dan gizi menjadi catatan penting bagi rombongan dari Pulang Pisau. Kunjungan ini selaras dengan upaya mendukung target nasional penurunan angka stunting yakni sebesar 14 persen pada tahun mendatang," kata Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....