Tengkes Naik Jadi 27,9 Persen, Wabup Pulang Pisau Evaluasi Kebijakan Konvergensi

  • 20 Agt 2026 06:06 WIB
  •  Palangkaraya
Poin Utama
  • Pemkab Pulang Pisau menggelar Ekspose Akhir Kajian Kebijakan Stunting. Wabup Ahmad Jayadikarta targetkan angka stunting turun ke bawah 20 persen.

RRI.CO.ID, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau memperkuat langkah penanganan tengkes (stunting) melalui evaluasi dan kajian kebijakan konvergensi berbasis data yang terukur. Hal tersebut dijelaskan Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, ketika membuka secara resmi Ekspose Akhir Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting di Aula Bapperida Kabupaten Pulang Pisau, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ahmad Jayadikarta menjelaskan bahwa riset yang disusun akademisi dan pakar interdisipliner ini menjadi tolok ukur utama dalam memetakan ketepatan program intervensi gizi di lapangan.

“Para penyusunnya adalah dosen-dosen yang memang sudah pakar di bidangnya. Harapan kita dengan adanya kegiatan ini, apalagi ini sudah ekspose akhir, apa yang kita inginkan nantinya bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Evaluasi menyeluruh ini didasari oleh lonjakan grafik prevalensi stunting daerah. Berdasarkan rilis data terbaru, angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau mengalami kenaikan ke posisi 27,9 persen dari yang sebelumnya berkisar di angka 24 persen.

Merespons tren tersebut, Pemkab Pulang Pisau memasang target agresif untuk menekan angka prevalensi stunting hingga di bawah 20 persen melalui integrasi anggaran lintas perangkat daerah.

“Kita harapkan stunting bisa turun setidaknya berada di bawah 20 persen. Sekarang ini masih 27,9 persen,” ucapnya.

Ahmad Jayadikarta menekankan bahwa strategi penanganan tengkes ke depan tidak boleh lagi berfokus pada balita yang sudah teridentifikasi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Pemkab akan bergeser ke ranah pencegahan hulu, salah satunya dengan menekan angka pernikahan dini guna menjamin kesiapan fisik dan mental calon ibu.

Stunting ke depannya itu mulai dari menghindari perkawinan usia dini. Dari situ dulu, baru bagaimana penanganan ibu hamil sampai melahirkan bayi. Ini yang perlu kita cegah saat ini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....