Dari Pojok Baca Rumah, Tumbuh Taman Baca Prestasi
- 25 Agt 2026 08:48 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Winarti adalah seorang ibu yang senang melihat anaknya gemar membaca buku sejak usia dini. Sejak kecil, ia mengenalkan beragam buku ringan kepada sang anak agar semakin dekat dengan dunia bacaan, hingga kebiasaan itu tumbuh menjadi kegemaran yang terus melekat seiring waktu.
Sebagai lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia, tumpukan buku yang memenuhi rumah Winarti menjadi bukti bahwa literasi memiliki tempat penting dalam kehidupannya. Dari situlah muncul gagasan sederhana untuk membuat pojok baca bagi anak-anaknya di rumah, yang perlahan berkembang hingga melahirkan komunitas Taman Baca Prestasi sebagai ruang belajar dan berbagi bagi masyarakat.
“Saya mikir apa baiknya kita buat seperti perpustakaan mini seperti itu. Kemudian terinspirasilah untuk membuat pojok baca di rumah. Awalnya seperti itu, Kak. Kemudian ikut kegiatan-kegiatan literasi yang ada di Dinas Perpustakaan. Saya pikir sepertinya kalau di daerah tempat saya untuk membaca ini anak-anaknya kan masih agak kurang. Dan kelihatan anak-anak dengan buku-buku ini tidak sepertinya familiar. Jadi, ya sudah saya ini kan menjadi taman baca yang bebas. Siapapun boleh datang ke tempat saya untuk membaca,” katanya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sementara itu, Aprilia, seorang ibu rumah tangga yang gemar membacakan dongeng sejak anaknya masih kecil, turut menemukan ruang untuk menyalurkan kecintaannya pada cerita melalui Taman Baca Prestasi. Ia antusias bertemu dengan anak-anak yang selalu bersemangat mendengarkan dongeng, sekaligus belajar menghadirkan cerita yang lebih menarik melalui permainan intonasi, ekspresi, dan pemilihan buku yang sesuai dengan usia mereka.
“Kebetulan kalau saya itu dulu suka mendongeng waktu anak-anak masih kecil. Makanya saya senang membaca cerita buat mereka sebelum tidur malam. Sudah jadi semacam kebiasaan makanya saya bisa bantu-bantu di taman baca. Jadi senang kayak reuni gitu lihat anak-anak. Jadi kalau membaca cerita seperti itu atau pun di perpustakaan biasanya. Iya dengan pemilihan buku kan mereka memang anak-anak itu kan kosakatanya sedikit dan juga mungkin literasi untuk apa yang boleh dan tidak boleh. Tapi melalui cerita yang kita sampaikan, mereka dapat mengerti secara bertahap, jangan itu seperti apa, tapi tidak langsung misalnya melalui cerita," katanya.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, mengatakan komunitas literasi memiliki kontribusi besar dalam menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat. Meski kegiatan sederhana seperti membacakan dongeng tampak kecil, ruang semacam ini mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama sehingga dapat melahirkan inspirasi, pengetahuan, bahkan karya bagi masyarakat.
“Kita juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para penggerak literasi yang tergabung dalam Taman Baca di Kalimantan Tengah, yang dengan kesadaran penuh ingin menggerakkan budaya literasi, budaya membaca, budaya menulis di kalangan masyarakat kita. Kita berharap nanti ke depannya di Kalimantan Tengah khususnya di Kota Palangka Raya akan bermunculan para penulis-penulis yang menghasilkan karya-karya termasuk karya sastra yang memang bisa dibaca, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kita sehingga sumber-sumber pengetahuan itu bisa jauh lebih banyak, jauh lebih luas lagi, sehingga kita juga bisa mendapatkan sumber-sumber informasi yang memang bisa kita manfaatkan di masa yang akan datang,” katanya.
Bagi Winarti dan para penggerak lainnya, menumbuhkan minat baca bukan sekadar menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan buku sedekat mungkin dengan anak-anak. Ketika bacaan yang penuh warna dibentangkan di hadapan mereka dan cerita disampaikan dengan cara yang menyenangkan, rasa ingin tahu perlahan tumbuh dan membaca tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan menjadi pengalaman yang menggembirakan.
Pada akhirnya, Taman Baca Prestasi menjadi lebih dari sekadar tempat untuk membaca, karena di dalamnya tumbuh harapan, pertemuan, dan doa tentang masa depan generasi. Dari sebuah pojok baca sederhana di rumah Winarti, semangat literasi terus menemukan jalannya untuk menyentuh lebih banyak anak, keluarga, dan masyarakat melalui buku serta cerita yang membuka jendela pengetahuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....