Tinggalkan Dunia Tambang, Bobby Sukses Bangun Bisnis Cokelat
- 24 Mei 2026 08:42 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Aroma cokelat menyeruak dari dapur sederhana di kawasan Jalan Kenanga, Banjarbaru Utara. Dari tempat itulah Bobby Bahrul memulai hidup baru setelah meninggalkan pekerjaan di sektor pertambangan, demi lebih dekat dengan keluarganya.
Namun, keberhasilan tidak langsung datang begitu saja. Usai angkat kaki dari industri pertambangan pada tahun 2001 silam, alumnus Universitas Indonesia ini sempat terseok-seok mencoba peruntungan di berbagai bidang, mulai dari bisnis studio digital hingga kerajinan keramik.
Peluang baru terbuka pada tahun 2008. Saat itu, istrinya yang akrab disapa Ama, ikut mengundurkan diri dari sebuah perusahaan kuliner nasional. Momentum inilah yang mempertemukan ide keduanya pada satu keyakinan: membangun ABBA Cokelat.
"Sederhananya, ABBA itu akronim nama kami berdua. Ama punyanya Bobby dan Bobby punyanya Ama," kata perantau asal Tangerang ini saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 20 Mei 2026.
Setelah menemukan nama yang tepat, keduanya membagi tugas secara apik: Bobby memegang kendali di bidang pemasaran, sedangkan Ama fokus di lini produksi.
Dengan peralatan sederhana, mereka memulai usaha dari dapur rumah. Di ruang produksi itulah, aroma manis cokelat pertama kali diracik sebelum akhirnya dikenal luas masyarakat.
“Hingga akhirnya kami mendapatkan suntikan modal dari KUR BRI senilai Rp170 juta. Uangnya itu digunakan untuk memperkuat lini produksi dan pemasaran,” kata pasangan yang telah mengarungi bahtera rumah tangga 28 tahun ini.
Enggan stagnan, mereka meracik paduan unik antara manisnya cokelat dengan pedasnya cabai hiyung khas Tapin menjadi Hiyuco. Produk kreatif itu lahir dari diskusi bersama siswa magang SMK PPN Banjarbaru.
"Kami meluncurkan Hiyuco pada Juni 2025. Cokelat unik ini dibanderol dengan harga Rp20 ribu per kemasan," ujar pria berusia 56 tahun tersebut.

Lewat kerja keras tersebut, bisnis mereka perlahan ‘naik kelas’ hingga mampu meraup omzet Rp15 juta-Rp20 juta per bulan. Tak main-main, produk ABBA berhasil 'nangkring' di gerai oleh-oleh Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Sederet prestasi mentereng pun berhasil disabet, mulai dari Juara Nasional Kategori Produk Berdaya Saing dari Kementerian Pertanian pada 2014, hingga dinobatkan sebagai Terbaik I Kategori Kuliner pada ajang UMKM Awards Banjarbaru 2025.
Keberadaan ABBA turut membawa berkah bagi ekosistem pertanian sekitar. Ketua Kelompok Tani Karya Baru, Junaidi, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan ABBA Cokelat menjadi jalan keluar bagi petani dalam memasarkan hasil panen..
"Saat ini, kami mengirim sekitar 10 kg cabai hiyung per bulan ke ABBA Cokelat. Ini sangat membantu perekonomian petani di sini, sekaligus membuat produk kami makin dikenal luas," ujar Junaidi.
Kemitraan dengan petani lokal ini turut mendapat apresiasi dari sektor perbankan. Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan dukungannya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan demi meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM di Indonesia.
“Kami ingin pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga membantu mereka memahami potensi bisnisnya. Melalui pendekatan digital, mereka dapat terus belajar dan berkembang,” kata Akhmad.
Keberhasilan pemberdayaan ini tercermin dari produk yang dihasilkan. Keunikan cita rasa Hiyuco didukung oleh keunggulan komoditas cabai hiyung yang tumbuh di lahan khusus. Rahasia pedas di balik produk tersebut rupanya memiliki penjelasan ilmiah.
Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hikma Ellya, menjelaskan bahwa sensasi pedas dari cabai hiyung muncul berkat adaptasi lingkungan rawa lebak di sekitar Tapin.
Hikma mengatakan tingkat kadar capsaicin pada cabai hiyung berkisar 600 hingga 1.000-an. Jika varietas ini ditanam di luar ekosistem aslinya, maka kadar kepedasannya akan menurun.
"Tingkat stres tanaman cabai hiyung di rawa lebak tergolong tinggi. Sebagai bentuk adaptasi, tanaman ini memproduksi kadar capsaicin yang lebih tinggi. Itulah mengapa, rasanya jauh lebih pedas dibandingkan cabai pada umumnya," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....