Kisah Halimin, Tunanetra di Palangka Raya yang Gigih Menafkahi Keluarga

  • 13 Apr 2026 20:17 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Halimin untuk tetap berjuang menghidupi keluarganya. Penyandang disabilitas netra ini sehari-hari berkeliling pasar hingga SPBU sambil bernyanyi, mengandalkan pengeras suara kecil untuk menarik perhatian masyarakat.

Halimin mengaku telah menekuni pekerjaan tersebut selama tiga hingga empat tahun terakhir. Ia memilih profesi ini sebagai satu-satunya cara untuk menafkahi istri, anak, serta orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Dalam menjalankan aktivitasnya, Halimin bekerja hampir setiap hari tanpa mengenal cuaca, kecuali pada hari Senin yang ia gunakan untuk beristirahat. Untuk menuju lokasi, ia biasanya diantar ojek langganan atau dibantu oleh tetangga sekitar.

Dari hasil “menjual suara”, penghasilan yang diperoleh tidak menentu. Dalam sehari, ia harus mengeluarkan modal sekitar Rp50 ribu, sementara pendapatan berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp110 ribu.

“Penghasilan itu kami bagi untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan hingga keperluan lainnya,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Di tengah keterbatasan tersebut, beban hidup Halimin tergolong berat. Ia harus membayar sewa rumah sekitar Rp600 ribu per bulan.

Kondisi ini kerap memaksanya berhemat, terutama saat cuaca buruk yang berdampak pada berkurangnya penghasilan. Bahkan, ia mengaku telah beberapa kali berpindah tempat tinggal karena kesulitan ekonomi.

Halimin berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap penyandang disabilitas, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal yang layak serta peluang kerja yang sesuai dengan kemampuan.

Ia juga berharap dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki, seperti pijat, agar memiliki penghasilan yang lebih stabil dan dapat hidup lebih mandiri serta sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....