Pesona Tambun Bungai 2026 Promosikan Wastra dan Kriya Karya Pelaku UMKM Kalteng
- 30 Mei 2026 21:57 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bank Indonesia Kalimantan Tengah menggelar Talk Show Wastra dan Modest Fashion di Atrium Duta Mall Palangka Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pesona Tambun Bungai (PTB) 2026 dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Acara menghadirkan pelaku industri fesyen nasional, Tika Ramlan sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga menjadi wadah promosi produk wastra dan kriya karya pelaku UMKM Kalimantan Tengah.
Salah satu UMKM yang berpartisipasi dalam PTB 2026 adalah Moneng Gallery. Usaha tersebut menghadirkan berbagai produk wastra khas daerah berupa kain batik dan busana siap pakai.
Pemilik Moneng Gallery, Gabriel Talenta, mengatakan pelaksanaan PTB tahun ini terasa lebih tertata dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, ukuran stan yang lebih besar dan meningkatnya jumlah peserta membuat suasana pameran menjadi lebih nyaman.
“Perbedaannya cukup banyak. Booth lebih besar, partisipasi juga lebih banyak, dan panggung acaranya lebih tertata dibanding tahun lalu,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Moneng Gallery menawarkan berbagai produk, mulai dari kain batik hingga pakaian siap pakai seperti kemeja pria, jaket, dan busana kerja. Harga produk bervariasi, mulai dari Rp200 ribu untuk kain printing hingga lebih dari Rp1 juta untuk batik tulis premium.
Gabriel menjelaskan, sebagian besar batik tulis yang dipamerkan memiliki motif eksklusif dengan jumlah terbatas. Setiap motif hanya diproduksi sekitar dua lembar karena proses pembuatannya yang rumit dan memiliki karakter unik.
Ia berharap keikutsertaan dalam PTB 2026 dapat meningkatkan penjualan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM lokal. Menurutnya, kegiatan seperti ini juga berperan dalam meningkatkan kredibilitas sebuah merek di mata publik maupun instansi.
Sementara itu, salah seorang narasumber Talk Show Wastra dan Modest Fashion, Tika Ramlan, menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan budaya dunia seperti yang dilakukan Korea Selatan melalui diplomasi budaya. Kekayaan tradisi, seni, dan keberagaman suku bangsa dinilai dapat menjadi modal besar untuk dikenal di tingkat internasional.
Menurut Tika, tantangan saat ini adalah derasnya pengaruh budaya global yang membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari tradisi lokal. Karena itu, ia mendorong pemanfaatan media sosial, kolaborasi kreatif, dan pengembangan fesyen berbasis budaya lokal agar tetap relevan di era modern.
“Tantangan terbesar saat ini adalah derasnya pengaruh budaya global yang membuat generasi muda mulai menjauh dari tradisi lokal,” katanya.
Dalam talk show tersebut turut hadir Umi Taslimah, Adiah Chandra Sari, serta perwakilan Bank Indonesia, Yustitia Endharini dan Akhim Kuncorojati. Para narasumber menyoroti pentingnya digitalisasi budaya, kolaborasi kreatif, serta pembinaan UMKM agar semakin berkembang dan mampu menghadapi ancaman penipuan digital atau scam yang dapat menghambat pertumbuhan usaha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....