Wali Kota Palangka Raya: Dampak Efisiensi, Daya Beli Masyarakat Menurun

  • 08 Jun 2026 19:24 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, membenarkan adanya penurunan daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan salah satu dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, sehingga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi di daerah.

Fairid mengatakan, efisiensi anggaran menyebabkan berkurangnya sejumlah kegiatan pemerintahan yang sebelumnya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dampaknya dirasakan oleh berbagai sektor usaha, terutama pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini bergantung pada aktivitas dan belanja pemerintah.

Ia menjelaskan, berkurangnya peredaran uang di masyarakat turut memengaruhi tingkat konsumsi warga. Kondisi tersebut terlihat dari menurunnya transaksi di sejumlah sektor perdagangan dan jasa yang menjadi penopang ekonomi daerah.

"Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai program yang dapat mendorong pertumbuhan usaha masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah serta membuka peluang investasi di berbagai bidang," ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.

Selain itu, Pemerintah Kota juga mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di tengah kondisi efisiensi anggaran.

Fairid optimistis perekonomian Kota Palangka Raya akan kembali tumbuh seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan investasi. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mendukung upaya pemulihan ekonomi agar daya beli masyarakat kembali meningkat dan kesejahteraan warga dapat terus terjaga.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....