Pengamat Ekonomi: Pelemahan Rupiah Tekan Investasi dan Biaya Produksi Nasional

  • 05 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Nilai tukar rupiah yang melemah dalam beberapa waktu terakhir masih menjadi perhatian bagi masyarakat Indonesia. Kondisi nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh angka Rp18.000 per dolar Amerika Serikat tentu memberikan pengaruh terhadap berbagai sektor ekonomi.

Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Palangka Raya, Bismart Arituan, mengatakan pelemahan rupiah sering kali direspons dengan sikap hati-hati oleh investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Selain itu, nilai rupiah yang melemah juga berdampak pada perusahaan-perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor karena biaya produksi menjadi lebih sulit dikendalikan.

"Kemudian poin yang kedua, mereka perusahaan-perusahaan terbuka yang mengandalkan bahan baku impor seperti parmasi, elektronik ataupun plastik, atau yang memiliki utang dalam denominasi USD tanpa lindung nilai yang kuat, kinerjanya akan tertekan. Biaya produksi mereka membengkak yang pada akhirnya membuat daya tarik saham mereka di mata investor juga ikut menurun," katanya, Rabu, 3 Juni 2026.

Salah satu warga Palangka Raya, Ahmad Rizaldi, mengatakan dalam kondisi saat ini diperlukan kepastian dari pemerintah untuk menjaga situasi ekonomi agar lebih stabil. Ia berharap kurs rupiah dapat kembali menguat sehingga perekonomian Indonesia dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Pesan saya untuk pemerintah adalah pentingnya ya kepastian eksekusi kebijakan yang transparan, tentunya untuk mengembalikan kepercayaan pasar sekaligus memberikan bantalan penyelamat bagi ekonomi di akar rumput," katanya.

Pelemahan rupiah tidak hanya memengaruhi pasar keuangan, tetapi juga berpotensi meningkatkan harga sejumlah barang yang masih bergantung pada impor. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, tekanan terhadap dunia usaha dan daya beli masyarakat dapat semakin besar.

Karena itu, berbagai pihak berharap pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan yang jelas dan konsisten dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat nilai tukar rupiah di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....