BI Kalteng Optimistis Digitalisasi Bansos Tingkatkan Inklusi Keuangan
- 06 Jun 2026 23:24 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bank Indonesia optimistis pelaksanaan program percontohan (pilot project) digitalisasi perlindungan sosial di Kota Palangka Raya dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi digital di tengah masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan akses layanan keuangan bagi penerima manfaat bantuan sosial melalui sistem yang lebih efektif, transparan, dan aman.
Optimisme tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias, saat kegiatan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial Kota Palangka Raya yang digelar di Aula Betang Hapakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas implementasi digitalisasi penyaluran bantuan sosial di daerah.
Yuliansyah mengatakan, program digitalisasi bantuan sosial yang tengah dikembangkan sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat inklusi keuangan. Melalui sistem tersebut, masyarakat penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan secara lebih tepat sasaran, tetapi juga didorong untuk semakin akrab dengan layanan keuangan formal dan transaksi non-tunai.
Model digitalisasi yang dibangun memungkinkan penerima manfaat memanfaatkan rekening yang dimiliki untuk berbagai kebutuhan transaksi melalui kanal pembayaran digital yang mudah diakses. Dengan demikian, rekening yang dimiliki masyarakat tidak hanya digunakan untuk menerima bantuan, tetapi juga dapat menjadi sarana transaksi sehari-hari," ujarnya, Sabtu, 6 Juni 2026.
“Pelaksanaan pilot project ini sejalan dengan upaya peningkatan inklusi keuangan. Dalam model digitalisasi bantuan sosial yang sedang dibangun, masyarakat dapat memanfaatkan rekening yang dimiliki melalui berbagai kanal pembayaran digital,” ujar Yuliansyah, Sabtu, 6 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan program tersebut didukung oleh perkembangan ekosistem transaksi digital di Kalimantan Tengah yang terus menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, jumlah merchant yang telah menggunakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 417.720 merchant.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan transaksi digital di masyarakat dan menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan digitalisasi perlindungan sosial di Kota Palangka Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....