Hari Pasar Modal Jadi Momentum Tingkatkan Literasi Investasi

  • 04 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Pasar Modal Indonesia yang diperingati pada 3 Juni menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya investasi dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Melalui pasar modal, masyarakat dapat berpartisipasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat pembiayaan pembangunan di Indonesia.

Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Palangka Raya, Bismart Arituan, mengatakan geliat investasi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun. Berdasarkan data terbaru, jumlah investor di Indonesia bahkan telah menembus angka 21 juta orang, dengan kontribusi besar dari kalangan generasi muda.

"Hal yang paling menarik dari kacamata ekonomi makro adalah pergeseran demografinya. Saat ini rata-rata investor itu didominasi oleh anak muda lebih dari 54 persen itu di bawah umur 30 tahun, jadi gen Z dan milenial akhir. Jadi pasar modal itu sekarang bukan lagi jadi domena eksklusif dari orang-orang yang elite senior," katanya, Rabu, 3 Juni 2026.

Meski demikian, salah satu warga Palangka Raya yang mulai berinvestasi sejak usia muda, Ahmad Rizaldi, menilai kondisi investasi di Indonesia saat ini tidak sedang berada dalam situasi yang baik. Menurutnya, pelemahan nilai tukar Rupiah membuat investor harus lebih cermat dalam mengelola aset di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Sebagai warga biasa yang juga kebetulan ikut berinvestasi di pasar saham Indonesia, saya melihat kondisi investasi kita saat ini sedang berada di fase yang tidak baik-baik saja. Terutama akibat tekanan makroekonomi, apalagi pelemahan rupiah ya, bahkan sampai ke level hampir 18 ribu, saya sendiri harus lebih adaptif mengamankan portfolio melalui strategi jangka pendek dengan pembatasan risiko yang ketat dibandingkan menahan saham," katanya.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia saat ini menghadapi dua kondisi yang berjalan bersamaan. Di satu sisi jumlah investor terus bertambah, namun di sisi lain pelaku pasar juga harus menghadapi tantangan dari dinamika ekonomi global dan domestik.

Karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi hal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan investasi yang tepat. Dengan pemahaman yang baik, investor dapat mengelola risiko secara lebih bijak sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar modal dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....