Dinamika Global, Stabilitas Keuangan Kalteng Tetap Baik

  • 01 Apr 2026 20:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, sektor keuangan yang sehat dinilai mampu menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat. Hal ini mencakup perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank yang terus didorong agar tetap adaptif dan resilien.

Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febrian Azis, mengatakan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah sangat bergantung pada kondisi sektor jasa keuangan yang stabil dan terpercaya. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan media update triwulan I “Batang Garing” di Palangka Raya, Selasa, 1 April 2026.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pelaku industri, dan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan sektor keuangan. Selain itu, penguatan pengawasan serta peningkatan literasi keuangan masyarakat juga terus dilakukan untuk meminimalisir risiko yang dapat mengganggu stabilitas.

“Stabilitas sektor jasa keuangan menjadi elemen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Dengan kondisi yang terjaga, aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Direktur Senior OJK, Andrianto Suhada, menyampaikan data Satgas PASTI di wilayah Kalimantan Tengah. Hingga 28 Februari 2026, tercatat sebanyak 311 pengaduan terkait aktivitas keuangan ilegal.

Dari jumlah tersebut, 52 kasus berkaitan dengan investasi ilegal dan 259 kasus terkait pinjaman online ilegal. Berdasarkan jenis kelamin, pelapor didominasi perempuan sebesar 68 persen, sedangkan laki-laki 32 persen.

Adapun lima modus investasi ilegal yang paling banyak dilaporkan meliputi money game, jasa periklanan dengan sistem deposit, duplikasi penawaran investasi berizin, penawaran pendanaan, serta perdagangan kripto.

Selain itu, data Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat sebanyak 3.251 aduan di wilayah Kalimantan Tengah sepanjang November 2024 hingga Februari 2026. Lima wilayah dengan laporan tertinggi yakni Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Barito Utara.

Menanggapi tingginya angka aduan tersebut, salah satu jurnalis Tabengan Kalteng, Risa Andin, berharap OJK dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menekan kasus penipuan keuangan yang merugikan masyarakat. Kegiatan media update triwulan I “Batang Garing” ini turut dihadiri sejumlah pejabat OJK, di antaranya Manager Senior Raden Anggy Priansyah, serta perwakilan media cetak, elektronik, dan daring di Palangka Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....