Warga Keluhkan Pemadaman Listrik Ganggu Aktivitas dan Pekerjaan
- 29 Sep 2026 22:03 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Di era serba digital, listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Dampak pemadaman listrik bergilir dirasakan pada layanan publik dan kualitas hidup masyarakat.
Bagi masyarakat Kota Palangka Raya, pemadaman yang berlangsung berulang kali tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga memicu keresahan karena aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik menjadi tidak optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat di tengah kehidupan modern yang semakin bergantung pada energi listrik.
Dalam program Halo RRI, keluhan akan pemadaman listrik diungkapkan pendengar, Agau, yang mempertanyakan janji pihak PLN yang membuat pasokan listrik aman bagi masyarakat di Kalimantan Tengah pada September 2026. Namun menurutnya, pemadaman bergilir masih terjadi.
"Kami sebagai warga Kota Palangka Raya ingin pernyataan sesungguhnya dari pihak PLN,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.
Lain hal yang dirasakan, Agnes, warga Kota Palangka Raya yang juga menjadi terganggu aktivitas harian akibat seringnya pemadaman listrik bergilir. Ia mengeluhkan usaha buket bunga yang ia jalankan di rumahnya menjadi terganggu akibat pemadaman listrik.
"Saya punya usaha kalau terus pemadaman bergilir pastinya terganggulah jadinya. Alat yang saya gunakan untuk membuat bucket bunga tidak berfungsi saat listrik padam," ucapnya.
Pemadaman bergilir yang masih terjadi di Kota Palangka Raya juga menjadi keprihatinan bagi Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Kalteng, Andi Bustan. Menurut Andi dampak padamnya listrik membuat industri perunggasan modern di Kalteng yang sangat bergantung pada pasokan listrik menjadi terganggu.
Akibatnya produksi ternak menjadi menurun, pasokan ayam ke pasar juga ikut berkurang dan berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen. "Sebagian besar peternakan menggunakan sistem kandang tertutup (closed house) yang mengandalkan listrik untuk mengoperasikan ventilasi, pencahayaan, hingga sistem pengatur suhu. Dan dalam kondisi tertentu, pemadaman selama beberapa menit saja dapat berdampak serius karena sistem ventilasi berhenti bekerja, sehingga ribuan ayam berisiko mati,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....