Sucipto Tekankan Pentingnya Pengalaman dan Pelatihan bagi Petugas Damkar
- 20 Agt 2026 17:23 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Peran pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Palangka Raya kini tidak lagi terbatas pada penanganan kebakaran. Petugas juga dituntut menjalankan fungsi penyelamatan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai situasi darurat, seiring perubahan lingkungan dan meningkatnya kebutuhan warga.
Petugas Damkar Palangka Raya, Sucipto, mengatakan perkembangan kondisi permukiman dan lingkungan membuat masyarakat menghadapi risiko yang semakin beragam. Karena itu, petugas harus memiliki kemampuan yang lebih luas, mulai dari pemadaman, penyelamatan korban, hingga penanganan berbagai keadaan yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
“Kalau kita mengacu ke pola berpikir ideologi lama, itu bukan tugas Damkar katanya. Tetapi berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tahun 2022, harus hadir lagi di bagian tubuh pemadam kebakaran itu namanya penyelamatan,” ujar Sucipto dalam podcast Huma Itah RRI Palangka Raya. Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurutnya, fungsi penyelamatan atau rescue menjadi bagian penting dalam perkembangan tugas Damkar. Petugas tidak hanya menghadapi api, tetapi juga dapat membantu masyarakat ketika membutuhkan pertolongan dalam situasi seperti evakuasi, penanganan hewan yang masuk ke permukiman, hingga berbagai kondisi darurat lainnya. Untuk menjalankan tugas tersebut, petugas perlu mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai tingkat kemampuan penyelamatan.
Sucipto menjelaskan, perkembangan tugas tersebut tidak terlepas dari perubahan lingkungan. Berkurangnya kawasan hutan dan semakin luasnya permukiman membuat interaksi antara manusia dan satwa menjadi lebih sering terjadi. Kondisi itu menyebabkan petugas Damkar harus mampu menyesuaikan kemampuan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selain kemampuan teknis, kesiapsiagaan menjadi unsur penting dalam pelayanan Damkar. Petugas harus selalu siap menerima informasi dan bergerak sewaktu-waktu karena kebakaran maupun keadaan darurat tidak mengenal waktu. Pembagian tugas dalam satu regu, mulai dari penjagaan telepon hingga kesiapan armada, dilakukan agar respons terhadap laporan masyarakat dapat berlangsung cepat.
Di sisi lain, Sucipto menilai masyarakat juga memiliki peran dalam pencegahan kebakaran. Kesiapsiagaan dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), menyiapkan kain atau handuk yang dapat dibasahi sebagai penanganan awal, serta memastikan anak-anak tidak bermain di dekat sumber api. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi lebih besar.
“Semua masyarakat yang ada di Kota Palangkaraya adalah pemadam. Asal dia tahu caranya,” kata Sucipto.
Ia menekankan bahwa peran Damkar pada akhirnya tidak hanya tentang memadamkan api, tetapi juga membangun keselamatan bersama melalui pelayanan, penyelamatan, pencegahan, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....