Pemadaman Listrik Lumpuhkan Aktivitas dan Akibatkan Kerugian

  • 31 Jul 2026 22:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemadaman listrik bukan sekadar padamnya lampu, tetapi juga menghentikan denyut berbagai aktivitas masyarakat. Di rumah, pekerjaan rumah tangga terganggu karena peralatan elektronik tidak dapat digunakan.

Di sektor pendidikan, proses belajar mengajar yang mengandalkan perangkat digital ikut terhambat. Sementara itu, pelaku usaha, mulai dari pedagang kecil hingga industri, harus menanggung kerugian akibat terhentinya produksi, rusaknya bahan makanan yang membutuhkan pendingin, hingga menurunnya jumlah pelanggan.

Di era serba digital, listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Dampak pemadaman juga dirasakan pada layanan publik dan kualitas hidup masyarakat.

Fasilitas kesehatan bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan alat-alat medis, sementara jaringan komunikasi dan internet dapat terganggu sehingga menghambat arus informasi.

Bagi masyarakat, pemadaman yang berlangsung berulang kali tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga memicu keresahan karena aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik menjadi tidak optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat di tengah kehidupan modern yang semakin bergantung pada energi listrik.

Beberapa kejadian pemadaman listrik bergilir dengan durasi panjang juga menjadi keresahan bagi warga Kota Palangka Raya yang disuarakan Massa aksi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG), bertahan di depan kantor PLN UP3 Palangka Raya untuk mengajukan beberapa tuntutan akibat dampak pemadaman listik yang meresahkan masyarakat.

Keprihatinan akibat pemadaman bergilir di Palangka Raya juga dirasakan oleh Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Kalteng Andi Bustan, mengingat industri perunggasan modern di Kalteng sangat bergantung pada pasokan listrik. Sebagian besar peternakan menggunakan sistem kandang tertutup (closed house) yang mengandalkan listrik untuk mengoperasikan ventilasi, pencahayaan, hingga sistem pengatur suhu.

Dalam kondisi tertentu, pemadaman selama beberapa menit saja dapat berdampak serius karena sistem ventilasi berhenti bekerja, sehingga ribuan ayam berisiko mati akibat peningkatan suhu di dalam kandang. "Dampak yang terjadi sangat dirasakan oleh peternak, produksi menurun, pasokan ayam ke pasar juga ikut berkurang dan berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen,” ucapnya, Jumat, 31 Juli 2026.

Akibat pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas masyarakat membuat Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menggelar konferensi pers bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng Iwan Soelistijino, di Istana Isen Mulang, Palangka Raya belum lama ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah guna mengembalikan pasokan listrik ke kondisi normal.

Pemadaman listrik juga dirasakan pelaku UMKM Frozen Foods Kota Palangka Raya, Yuni, yang merasakan dampak pemadaman listrik mempengaruhi kualitas prodak frozen foods yang diperjualbelikan. "Produk saya menjadi rusak dan tentu merugilah saya,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala yang terjadi dalam pemadaman listrik bergilir ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mengawal proses pemulihan ini hingga pasokan listrik pulih, sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali optimal sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan sebagaimana mestinya kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....