Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai di Palangka Raya

  • 30 Sep 2026 06:25 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya — Kemarau panjang yang terjadi di sejumlah wilayah berdampak terhadap pasokan dan harga sejumlah bahan pokok serta bumbu dapur di Kota Palangka Raya. Kondisi cuaca ekstrem dan musim kemarau menyebabkan penurunan suplai hingga gagal panen, sehingga harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan di pasaran.

Pedagang sayuran di Pasar PU Palangka Raya, Dwi Novi, mengatakan harga cabai mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga cabai yang sebelumnya sekitar Rp100 ribu per kilogram kini mencapai Rp130 ribu per kilogram.

“Kalau beli langsung di tempatnya Rp130 ribu per kilogram, tergantung tempat belinya. Kemarau seperti ini membuat harga naik dan semuanya menjadi mahal,” ujar Dwi Novi, Senin, 28 September 2026.

Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran, termasuk kacang panjang. Menurut Dwi Novi, harga kacang panjang yang sebelumnya sekitar Rp25 ribu per kilogram kini kembali naik menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada sayur bayam yang dijual di pasar tersebut. Harga bayam yang sebelumnya sekitar Rp7 ribu per ikat kini menjadi Rp10 ribu per ikat.

Dwi Novi menyebut kenaikan harga berbagai komoditas tersebut berkaitan dengan kondisi kemarau yang berdampak terhadap hasil panen dan ketersediaan pasokan. Menurutnya, cabai menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi dibandingkan sejumlah sayuran lainnya.

Sementara itu, kondisi kabut asap yang terjadi di Kota Palangka Raya belum terlalu berdampak terhadap aktivitas penjualan di lapaknya. Namun, menurut Dwi Novi, suasana pasar tidak terlalu ramai dan kenaikan harga komoditas turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas jual beli. (Cahya Noormila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....