BMKG Imbau Waspada Kabut Asap akibat Karhutla

  • 16 Sep 2026 09:54 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Masyarakat di Kalimantan Tengah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi rawan kebakaran, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun guna mencegah meluasnya kejadian karhutla yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan.

Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, mengatakan selain ancaman kebakaran, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi penurunan kualitas udara akibat meningkatnya polusi yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan. Kondisi udara yang tercemar asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

"Demi menjaga kesehatan, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara menurun. Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan selalu menggunakan masker serta menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat selama periode rawan karhutla,” katanya, Senin, 14 September 2026.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat membagikan masker bersama insan media belum lama ini menyampaikan, bahwa kondisi kemarau ini akan berakhir di bulan November berganti musim hujan hingga januari 2027 mendatang.

"Masyarakat diimbau lebih waspada dan siap siaga menghadapi kondisi karhutla saat ini. Selain itu, dukungan sangat diperlukan untuk meminimalisir terjadinya karhutla yang semakin luas,” ucapnya.

Di kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran mengajak masyarakat khususnya generasi muda Kalteng, bersama menanggulangi kebencanaan karhutla yang melanda Kalimantan Tengah sehingga dapat diantisipasi hingga musim hujan tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....