Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Sejumlah Jadwal di Bandara Tjilik Riwut Tertunda

  • 01 Sep 2026 00:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya menyebabkan gangguan terhadap operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Minggu 30 Agustus 2026. Jarak pandang yang hanya mencapai sekitar 500 meter membuat proses pendaratan dan lepas landas pesawat tidak memungkinkan dilakukan, sehingga sejumlah jadwal penerbangan terpaksa mengalami penundaan.

Salah satu penerbangan rute Surabaya–Palangka Raya bahkan harus kembali ke bandara asal atau return to base setelah pilot menerima informasi bahwa kondisi jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

Executive General Manajer PT. Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, menyampaikan gangguan tersebut turut berdampak pada jadwal penerbangan berikutnya, termasuk rute Palangka Raya–Semarang, karena menggunakan rotasi pesawat yang sama dari Surabaya menuju Palangka Raya. Pihak bandara menegaskan keputusan pilot untuk kembali ke bandara asal merupakan prosedur yang lazim dilakukan dalam dunia penerbangan apabila kondisi bandara tujuan tidak memungkinkan untuk didarati.

Keselamatan penumpang dan seluruh awak pesawat menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, pengelola Bandara Tjilik Riwut terus melakukan koordinasi intensif dengan BMKG dan maskapai penerbangan guna memperoleh pembaruan kondisi cuaca serta jarak pandang.

"Sejumlah fasilitas juga disiapkan bagi penumpang, seperti ruang tunggu di dalam terminal, air minum gratis, ruang oksigen di area keberangkatan domestik, serta masker bagi pengunjung yang membutuhkan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan dan menghindari penumpukan penumpang,” ujarnya, Minggu, 30 Agustus 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan Tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya hingga kini tetap melakukan pemadaman api di sejumlah wilayah. "Upaya pemadaman dilakukan di beberapa titik kebakaran sampai saat ini,” katanya.

Sementara itu petugas lainnya melakukan proses pendinginan dan pembasahan pada kawasan yang sebelumnya belum sepenuhnya tuntas dipadamkan guna mencegah munculnya karhutla. Tim lapangan juga terus merespons laporan masyarakat terkait adanya Karhutla.

Petugas langsung melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi yang dilaporkan. Hal ini sebagai upaya mempercepat pengendalian Karhutla serta mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Kota Palangka Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....