Komunitas di Palangka Raya Buka Posko Kesehatan Gratis dan Edukasi Cegah Karhutla

  • 05 Sep 2026 20:55 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah, Forum TBM Kota Palangka Raya, dan Relawan Literasi Masyarakat menggandeng berbagai komunitas untuk membentuk grup koordinasi bertajuk “Dari Komunitas untuk Kalimantan Tengah”.

Gerakan tersebut diawali dengan pembukaan Posko Kesehatan Gratis dan Sosialisasi Edukasi Karhutla bagi masyarakat Kota Palangka Raya, Jumat, 4 September 2026. Kegiatan dipusatkan di Kantor Kecamatan Jekan Raya dengan menyasar warga terdampak kabut asap, komunitas masyarakat peduli api, serta tim pemadam kebakaran di sejumlah kawasan.

Tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan personil yang ikut memadamkan Karhutla. (Foto: M. Ghifari)

Selain membagikan masker medis, posko tersebut menyediakan berbagai layanan kesehatan secara gratis. Layanan meliputi pemeriksaan kesehatan umum untuk menangani gejala ISPA, iritasi mata, pusing akibat paparan asap, hingga penyediaan tabung oksigen.

Posko juga menyediakan masker gratis bagi lansia, anak-anak, dan warga yang mengalami sesak napas. Tim medis yang terdiri dari dokter hingga apoteker turut diterjunkan untuk memberikan pelayanan rawat jalan, distribusi obat, serta vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Tidak hanya layanan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan makanan dan minuman, berupa nasi bungkus, telur, susu, minuman ion, air mineral, dan roti. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama menghadapi kondisi kabut asap.

Ketua Forum TBM Kalteng, Yusy Marie, mengatakan kehadiran posko merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang ikut terdampak karhutla sekaligus upaya melindungi kesehatan warga.

“Kehadiran posko ini merupakan langkah nyata kami sebagai warga Palangka Raya yang turut menjadi korban dan peduli, sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mengedukasi warga agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah dan ditangani. Upaya menekan angka ISPA harus berjalan seimbang dengan aksi pencegahan karhutla dari hulu,” katanya melalui rilis tertulis yang diterima RRI.

Sejalan dengan pelayanan kesehatan dan distribusi logistik, tim gabungan juga memberikan edukasi interaktif mengenai pencegahan karhutla. Materi yang disampaikan meliputi larangan membakar lahan secara sembarangan, dampak hukum pencemaran lingkungan, serta langkah penanganan awal apabila masyarakat menemukan titik api di sekitar tempat tinggal.

Penyampaian materi pada edukasi interaktif mengenai pencegahan karhutla. (Foto: M. Ghifari)

Yusy berharap gerakan kolaboratif tersebut dapat terus dibangun dan dipertahankan agar masyarakat yang terdampak karhutla dapat memperoleh penanganan secara cepat. Ia juga mengapresiasi para donatur serta 17 komunitas yang tergabung dalam gerakan “Dari Komunitas untuk Kalimantan Tengah” karena telah berkontribusi melalui tenaga, dana, bahan dan alat kesehatan, konsumsi, transportasi, hingga logistik kegiatan.

Selain untuk masyarakat, bantuan logistik juga disalurkan langsung kepada tim pemadam kebakaran di sejumlah lokasi. Bantuan diberikan di antaranya untuk penanganan kebakaran di kawasan pemakaman Islam, Kilometer 12 Jalan Tjilik Riwut, sekitar Larossa Lingkar Luar, Jalan Akasia, Nagasari, Universitas Palangka Raya, hingga kawasan Bandara Tjilik Riwut.

Melalui sinergi pemerintah, aparat, relawan, komunitas, dan masyarakat, gerakan tersebut diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah dan menangani karhutla di Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....