Rumah Aman Asap Bantu Warga Terdampak Karhutla Kalteng
- 04 Sep 2026 21:15 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan pemerintah daerah untuk menekan dampak yang lebih meluas di masyarakat. Sementara itu, organisasi nonpemerintah (NGO) turut berpartisipasi melalui penyediaan Rumah Aman Asap sebagai upaya mendukung mitigasi karhutla yang masih terjadi di Kalimantan Tengah.
Anggota Tim Koalisi Respon Asap Karhutla Kalimantan Tengah (Rakat), Agnes Yesiska, mengatakan hingga kini banyak masyarakat berdatangan karena mengalami berbagai keluhan akibat paparan kabut asap. Selain menyediakan tabung oksigen, Rumah Aman Asap juga dilengkapi fasilitas seperti air purifier hingga nebulizer bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Banyak warga, terutama kelompok dengan kondisi rentan, baik anak-anak, balita, lansia, warga, dan warga dengan keluhan pernafasan atau ISPA yang berdatangan untuk berlindung menggunakan fasilitas air purifier, oksigen, serta mendapatkan penanganan cepat ketika terjadi sesak nafas dengan terapi oksigen atau nebulizer," katanya, Selasa, 1 September 2026.
Salah satu warga Palangka Raya, Risa Kosasih, mengatakan keberadaan Rumah Aman Asap sangat bermanfaat untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan akibat paparan kabut asap. Menurutnya, layanan penjemputan juga dapat membantu warga yang kesulitan menuju lokasi sekaligus meringankan penanganan bagi masyarakat terdampak.
"Kalau menurut saya rumah aman asap ini sangat-sangat bermanfaat ya, apalagi untuk keluarga yang memiliki anggota keluarga lansia atau kelompok rentan lainnya seperti anak-anak. Dan juga rumah aman asap ini tentu saja sudah dilengkapi dengan filter udara yang layak dan juga dapat menyediakan jasa antarjemput untuk warga terdampak karhutla," katanya.
Rumah Aman Asap juga menyediakan layanan antarjemput bagi warga terdampak yang kesulitan menuju lokasi, terutama keluarga yang membawa balita atau lansia. Layanan tersebut beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB, namun tetap dapat menerima warga pada malam hari dalam kondisi darurat karena petugas bersiaga di sekretariat.
Keberadaan Rumah Aman Asap diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kolaborasi masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla. Agnes juga mendorong lebih banyak aktivis, NGO, pelaku usaha, pegiat pendidikan, dan masyarakat untuk ikut menyediakan ruang aman agar warga terlindungi dari paparan kabut asap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....