Masyarakat Mewaspadai Ancaman Penyakit selama Musim Kemarau
- 01 Sep 2026 05:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya- Musim kemarau tidak hanya identik dengan cuaca terik dan udara kering, tetapi juga membawa perubahan pada lingkungan yang memicu tingginya risiko berbagai masalah kesehatan.
Menurunnya kualitas udara, minimnya pasokan air bersih, serta cuaca ekstrem menjadi faktor utama merebaknya gangguan kesehatan selama periode ini.
Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang paling umum menyerang saat musim kemarau beserta pemicunya:
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
- Pemicu: Tingginya debu, polusi udara, serta paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Gejala: Batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, hingga hidung tersumbat. Risiko ini juga dapat memicu kekambuhan pada penderita asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
2. Diare dan Demam Tifoid (Tipes)
- Pemicu: Kelangkaan air bersih yang berdampak pada penurunan kualitas sanitasi.
- Mekanisme: Ketersediaan air bersih yang minim sering kali memaksa penggunaan sumber air yang kurang higienis untuk memasak atau mencuci bahan makanan. Lalat dan bakteri seperti Salmonella typhi atauE. coli lebih mudah mencemari makanan.
3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
- Pemicu: Penampungan air warga yang tidak tertutup serta kenaikan suhu udara.
- Mekanisme: Saat kemarau, warga cenderung menampung air dalam wadah terbuka. Wadah ini menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Ditambah lagi, suhu udara yang hangat dapat mempercepat siklus perkembangbiakan nyamuk.
4. Gangguan Akibat Cuaca Panas (Heat Stroke & Dehidrasi)
- Pemicu: Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dan kurangnya asupan cairan.
- Gejala:
- Dehidrasi: Mulut kering, pusing, lemas, dan warna urin gelap.
- Heat Stroke: Peningkatan suhu tubuh drastis, kulit memerah dan kering, pusing parah, hingga penurunan kesadaran. Kondisi ini tergolong darurat medis.
5. Iritasi Mata (Konjungtivitis)
- Pemicu: Paparan debu, partikel polutan, dan angin kering saat beraktivitas di luar ruangan.
- Gejala: Mata merah, terasa gatal, perih, berair, atau terasa seperti ada pasir yang mengganjal.
6. Masalah Kulit (Dermatitis dan Kulit Kering)
- Pemicu: Kelembapan udara yang rendah serta paparan sinar ultraviolet (UV) yang intens.
- Gejala: Kulit bersisik, gatal-gatal, pecah-pecah, hingga kekambuhan eksim (dermatitis atopik
Langkah Pencegahan Utama
- Gunakan Masker: Saat berada di luar ruangan untuk menyaring debu dan polutan udara.
- Cukupi Cairan Tubuh: Minum minimal 2 liter air putih per hari tanpa menunggu rasa haus datang.
- Gunakan Tabur/Krim Pelindung: Aplikasikan pelembap dan sunscreen untuk menjaga kesehatan kulit.
- Terapkan PHBS & PSN (3M Plus): Rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta menutup rapat tempat penampungan air untuk mencegah sarang nyamuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....