Bahaya Racun Ubur-Ubur dan Cara Tepat Mengatasinya

  • 31 Jul 2026 23:21 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya -Berlibur ke pantai menjadi pilihan banyak masyarakat, terutama saat musim liburan. Namun, di balik keindahan laut, terdapat ancaman yang perlu diwaspadai, yakni sengatan ubur-ubur.

Hewan laut bertubuh transparan ini memiliki tentakel yang mengandung sel penyengat atau nematosista yang dapat melepaskan racun saat bersentuhan dengan kulit manusia. Sengatan ubur-ubur umumnya menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar, gatal, kemerahan, bengkak, hingga muncul bentol atau lepuhan pada kulit.

Pada beberapa jenis ubur-ubur yang memiliki racun lebih kuat, korban dapat mengalami gejala serius seperti sesak napas, mual, muntah, gangguan irama jantung, bahkan syok anafilaksis yang mengancam jiwa apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis. Risiko sengatan meningkat ketika wisatawan berenang di perairan yang menjadi habitat ubur-ubur atau tanpa sengaja menyentuh ubur-ubur yang terdampar di pantai.

Perlu diketahui, ubur-ubur yang telah mati pun masih dapat menyengat karena sel penyengat pada tentakelnya tetap aktif untuk beberapa waktu. Apabila tersengat ubur-ubur, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera keluar dari air agar tidak terkena sengatan lanjutan.

Selanjutnya, siram area yang tersengat menggunakan larutan cuka sekitar 5 persen selama kurang lebih 30 detik untuk membantu menonaktifkan sel penyengat yang masih menempel. Setelah itu, lepaskan sisa tentakel menggunakan pinset atau benda pelindung, bukan dengan tangan kosong.

Setelah tentakel dibersihkan, rendam atau kompres area yang tersengat dengan air hangat bersuhu sekitar 42–45 derajat Celsius selama 20 hingga 40 menit. Cara ini terbukti membantu mengurangi rasa nyeri.

Hindari menggosok kulit yang terkena sengatan karena dapat memicu pelepasan racun lebih banyak. Selain itu, mitos mengoleskan air kencing pada bekas sengatan tidak terbukti efektif dan justru tidak dianjurkan.

Korban harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat seperti kesulitan bernapas, nyeri hebat, muntah terus-menerus, pingsan, atau gangguan kesadaran. Penanganan medis diperlukan untuk mencegah komplikasi serius, terutama jika sengatan berasal dari spesies ubur-ubur yang sangat berbisa.

Sebagai langkah pencegahan, wisatawan disarankan selalu memperhatikan papan peringatan di kawasan pantai, menghindari menyentuh ubur-ubur, serta menggunakan pakaian renang yang menutupi sebagian besar tubuh saat berenang di daerah yang berisiko. Dengan mengenali bahaya sengatan ubur-ubur dan memahami pertolongan pertama yang tepat, risiko cedera serius dapat diminimalkan sehingga aktivitas wisata di pantai tetap aman dan menyenangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....