BMKG Palangka Raya Targetkan OMC Akhir September
- 18 Agt 2026 21:29 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Memasuki puncak musim kemarau, berbagai upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat. Salah satu langkah yang disiapkan yakni kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada akhir September 2026.
Kepala Stasiun Badan Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiyono, mengatakan puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September. Pada periode tersebut, curah hujan berada pada kategori sangat rendah, bahkan di sejumlah wilayah hampir tidak terjadi hujan sama sekali.
Menurutnya, kondisi kering tersebut meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Namun, memasuki akhir September diperkirakan mulai muncul pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
"Operasi ini bertujuan mempercepat turunnya hujan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan ekstremm," ujarnya, Senin 17 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan penanganan karhutla di lapangan terus dilakukan bersama tim gabungan. Saat ini, fokus pemadaman diarahkan ke sejumlah wilayah di Kecamatan Jekan Raya.
Heri menyebut, upaya pemadaman akan terus dilakukan untuk mencegah api meluas, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih kering. BPBD juga mengoptimalkan koordinasi dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi karhutla.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada selama puncak musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan. Dukungan masyarakat dinilai sangat penting agar pencegahan dan penanggulangan karhutla berjalan maksimal serta dapat mengurangi dampak kabut asap di Kota Palangka Raya dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....