Dampak Penggunaan Nail Art dan Kuku Palsu Jangka Panjang bagi Kesehatan Kuku
- 31 Jul 2026 20:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tren mempercantik kuku menggunakan nail art, kuku akrilik, gel, maupun kuku palsu tempel semakin digemari untuk menunjang penampilan, namun penggunaan dalam jangka panjang menyimpan ancaman tersembunyi bagi kesehatan kuku.
Paparan bahan kimia keras dari lem kuku, cairan aseton berlebih untuk pembersihan, serta proses pengikiran (filing) permukaan kuku yang terlalu sering dapat membuat kuku asli menjadi sangat tipis, rapuh, kering, dan mudah patah. Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang benar, kebiasaan estetika ini justru merusak struktur alami kuku secara permanen.
Masalah kerusakan kuku ini paling sering dialami oleh para perempuan, wanita karier, remaja, hingga siapa saja yang rutin melakukan manikur dekoratif tanpa memberikan jeda waktu istirahat.
Keinginan untuk selalu tampil dengan kuku yang panjang, rapi, dan aesthetic membuat banyak orang mengabaikan tanda-tanda awal kerusakan. Kelompok ini menjadi pihak yang paling rentan mengalami masalah kuku rapuh hingga infeksi sekunder akibat pemakaian produk kecantikan kuku yang berlebihan.
Dampak buruk dari kebiasaan ini berpusat langsung pada lempeng kuku (nail plate), kutikula, serta kulit di sekitar jari tangan. Selain di salon-salon kecantikan, masalah ini juga sering bermula dari proses pemasangan atau pelepasan mandiri di rumah (DIY) yang tidak sesuai prosedur higienis.
Kelembapan yang terjebak di bawah kuku palsu juga kerap menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak, memicu infeksi seperti green nail syndrome.
Risiko kerusakan terparah biasanya mulai terlihat ketika seseorang menggunakan kuku palsu atau gel secara terus-menerus (back-to-back) tanpa henti selama berbulan-bulan.
Bahaya ini semakin meningkat ketika kuku palsu dilepas secara paksa dengan cara dicungkil alih-alih direndam menggunakan aseton secara sabar. Mengabaikan waktu pemulihan kuku di tengah jadwal manikur yang padat akan mempercepat penipisan dan melemahkan ketahanan kuku.
Alasan utama mengapa kuku sangat rentan terhadap prosedur ini adalah karena lapisan kuku asli kehilangan kelembapan alami serta mengalami trauma kimiawi dan fisik secara berulang. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut sekaligus menjaga kuku tetap sehat, langkah perawatan yang tepat harus segera diterapkan.
Berikan jeda atau "libur" bagi kuku selama beberapa minggu setelah melepas nail art, rutin oleskan cuticle oil atau pelembap kuku, konsumsi makanan bergizi tinggi protein dan biotin, serta pastikan selalu memilih salon kuku yang mengutamakan sterilisasi alat untuk menghindari risiko infeksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....