Tak Hanya Asap, Kemarau Panjang Jadi Pemicu Krisis Air Bersih Bagi Warga
- 30 Jul 2026 13:18 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah tidak hanya menghadirkan ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dampak lain yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat adalah menyusutnya sumber air bersih.
Sumur-sumur warga dan sumber air permukaan mulai mengering, memicu krisis air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, hingga konsumsi harian.
Ancaman ganda ini kian memperberat beban warga. Di satu sisi masyarakat harus berhadapan dengan polusi udara yang buruk, sementara di sisi lain ketersediaan air yang higienis untuk menjaga kebersihan diri dan kesehatan saluran pernapasan justru kian terbatas.
Kondisi kering ekstrem ini memicu penurunan drastis debit air tanah dan sungai utama. Jika tidak diantisipasi dengan pengelolaan yang tepat, kelangkaan air bersih berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan baru, seperti penyakit kulit, diare, dan gangguan pencernaan akibat penggunaan air yang kurang higienis.
Guna menghadapi ancaman krisis air bersih selama musim kemarau, berikut beberapa tips praktis dan langkah hemat air yang dapat diterapkan oleh masyarakat:
1. Hemat dan Prioritaskan Penggunaan Air
- Dahulukan Kebutuhan Vital: Gunakan air bersih secara bijak dan prioritaskan hanya untuk konsumsi (minum dan memasak) serta sanitasi dasar.
- Gunakan Penampung Air: Tampung air mengalir dari keran dalam wadah tertutup agar tidak terbuang sia-sia dan terhindar dari paparan debu atau debu asap.
- Daur Ulang Air (Greywater ) : Air bekas cucian beras atau sayuran yang tidak mengandung deterjen keras dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman atau membersihkan lantai luar.
2. Pastikan Keamanan Air Konsumsi
- Rebus Air Hingga Mendidih: Pastikan air dari sumber alternatif direbus setidaknya 1–3 menit setelah mendidih untuk membunuh bakteri dan kuman.
- Gunakan Penyaring Sederhana: Jika air tampak keruh, endapkan terlebih dahulu dan gunakan filter kain halus atau karbon aktif sebelum dimasak.
3. Jaga Kebersihan Tempat Penampungan
- Tutup Rapat Tangki/Toren Air: Udara kemarau yang berdebu dan penuh abu sisa karhutla dapat dengan mudah mencemari stok air bersih jika tempat penampungan dibiarkan terbuka.
- Kuras Secara Berkala: Lakukan pembersihan rutin pada bagian dasar wadah penampungan air untuk mencegah penumpukan endapan debu dan jentik nyamuk.
Upaya penghematan dan pengelolaan air bersih mandiri ini sangat krusial dilakukan oleh setiap rumah tangga hingga pasokan air kembali normal. Kedisiplinan warga dalam menggunakan air secara efisien menjadi kunci utama agar kebutuhan harian tetap terpenuhi di tengah tantangan kemarau panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....