5 Etika Utama untuk Penumpang Kapal Laut yang Wajib Dipatuhi
- 27 Jul 2026 09:03 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Berlayar menggunakan transportasi laut kerap memberikan pengalaman yang menyenangkan. Namun, berbeda dengan moda transportasi pribadi, kapal laut merupakan ruang publik bersama tempat ratusan hingga ribuan penumpang berbagi fasilitas selama berjam-jam, bahkan berhari-hari.
Demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama sepanjang pelayaran, otoritas pelayaran dan komunitas penggiat wisata bahari terus mengimbau pentingnya kesadaran passenger etiquette (etika penumpang). Sikap saling menghargai antarsesama pengguna jasa menjadi kunci agar perjalanan di atas geladak terasa aman, ramah, dan berkesan.
Menjadi penumpang yang cerdas tidak hanya soal mematuhi aturan keselamatan, tetapi juga tenggang rasa. Berikut adalah 5 etika dasar penumpang kapal laut yang perlu diterapkan setiap kali Anda berlayar :
1. Gunakan Earphone Saat Mendengarkan Musik atau Menonton
Ruang kabin atau dek penumpang adalah area umum untuk beristirahat. Hindari menyalakan musik, menonton video, atau menerima panggilan telepon menggunakan pengeras suara (speakerphone) dengan volume keras. Memakai headphone atau earphone adalah bentuk penghormatan paling mendasar terhadap ketenangan penumpang lain.
2. Jaga Kebersihan dan Kerapian Fasilitas Bersama
Ruang istirahat, kursi penyeberangan, hingga toilet kapal digunakan secara bergantian. Selalu buang sampah pada tempatnya dan pastikan toilet dalam keadaan bersih setelah digunakan. Selain itu, hindari menguasai kursi atau tempat tidur cadangan secara berlebihan dengan menumpuk barang bawaan pribadi saat kondisi kapal sedang padat.
3. Batasi Area Merokok Hanya di Tempat yang Disediakan
Asap rokok sangat mengganggu penumpang lain, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang sedang mengalami mual laut. Kapal laut selalu menyediakan area khusus merokok (smoking area) yang biasanya berada di dek terbuka bagian luar. Pastikan Anda hanya merokok di lokasi tersebut dan membuang puntung rokok ke dalam asbak yang aman untuk mencegah risiko kebakaran.
4. Bersiaga dan Bertoleransi Saat Antrean Boarding maupun Debarkasi
Sikap sabar sangat dibutuhkan saat proses naik (boarding) dan turun (debarkasi) dari kapal. Dahulukan penumpang lansia, penyandang disabilitas, serta ibu yang membawa anak kecil. Hindari aksi saling dorong atau menyerobot barisan agar proses pemeriksaan tiket dan perjalanan di tangga kapal (gangway) berjalan lancar dan aman.
5. Awasi Anak-Anak dan Kendalikan Perilaku di Area Geladak
Bagi yang bepergian bersama keluarga, pastikan anak-anak selalu dalam jangkauan pengawasan orang tua. Selain alasan keselamatan di dekat pagar pembatas kapal, mengawasi anak-anak agar tidak berlarian atau berteriak di dalam kabin penumpang akan sangat membantu menjaga suasana pelayaran tetap kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....