Kabut Asap Hambat Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya
- 31 Agt 2026 23:41 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan pada Minggu, 30 Agustus 2026, terdampak sehingga sebagian penumpang harus menunggu jadwal penerbangan berikutnya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan dari 13 penerbangan yang terdampak, sejumlah maskapai memberikan relaksasi kepada penumpang berupa pengembalian dana tiket secara penuh atau full refund.
“Untuk 13 penerbangan itu, sebagian maskapai memberikan relaksasi berupa full refund. Jadi sebagian masyarakat sudah melakukan pengembalian tiket,” kata I Made saat dikonfirmasi, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut telah dimanfaatkan sejumlah penumpang yang memilih membatalkan perjalanan. Beberapa maskapai, termasuk Lion Group dan Garuda Indonesia, telah melayani proses pengembalian dana tiket secara penuh.
“Uangnya dikembalikan penuh oleh maskapai. Sebagian masyarakat juga sudah banyak yang melakukan full refund,” ujarnya.
I Made menambahkan, kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada penumpang yang terdampak gangguan penerbangan akibat kabut asap. Dengan opsi pengembalian tiket, penumpang tidak harus menunggu di bandara apabila memilih membatalkan perjalanan.
Sementara itu, bagi penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan, maskapai memberikan pilihan penerbangan yang telah dijadwalkan ulang. “Kalau memang masih ingin melanjutkan dengan penerbangan yang sudah diatur oleh maskapai, tetap akan diakomodasi,” ujarnya.
Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya sebelumnya menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut mengalami gangguan. Penurunan jarak pandang menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam operasional penerbangan, terutama saat proses pendaratan dan keberangkatan.
I Made menegaskan, keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional di tengah kondisi cuaca dan jarak pandang yang tidak mendukung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....