Jarak Pandang Hanya 500 Meter, Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Terhenti
- 30 Agt 2026 23:49 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Minggu 30 Agustus 2026. Kondisi jarak pandang yang hanya 500 meter, membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan.
Bahkan, Pesawat Super Air Jet dari Surabaya menuju Palangka Raya terpaksa kembali ke Bandara Juanda Surabaya karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.
Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, kepada RRI membenarkan bahwa jarak pandang di bandara hanya sekitar 500 meter. Hal ini menurutnya tentu tidak memungkinkan untuk naik dan pendaratan pesawat, sehingga penerbangan harus dilakukan penundaan.
"Perlu saya sampaikan juga penerbangan rute Surabaya-Palangka Raya sudah terbang dan mendekati Bandara Tjilik Riwut, pilot mendapatkan informasi bahwa jarak pandang hanya 500 meter saja sehingga pilot memutuskan untuk kembali untuk memenuhi unsur keselamatan," katanya.
Hal ini, lanjut I Made Darmawan, tentu berdampak dengan penerbangan lainnya terutama rute Palangka Raya-Semarang karena yang digunakan pesawat rute Surabaya kemudian Palangka Raya menuju Semarang.
"Prosedur pembatalan pendaratan merupakan hal yang biasa dalam penerbangan apabila bandara destinasi tidak memungkinkan dilakukan pendaratan, pilot bisa mencari bandara alternatif yang tidak jauh," ucapnya.
Pihak Bandara juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jarak pandang dan cuaca secara berkala. Keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum pesawat diperbolehkan melakukan pendaratan maupun keberangkatan.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya merupakan dampak dari karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat konektivitas udara.
Penumpang diimbau untuk terus berkoordinasi dengan maskapai terkait jadwal penerbangan dan perkembangan kondisi di Bandara Tjilik Riwut. Jika jarak pandang belum memenuhi batas aman penerbangan, penundaan maupun pengalihan penerbangan dapat dilakukan hingga kondisi kembali memungkinkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....