Remaja Perlu Mewaspadai Penyebaran Paham Radikal di Media Digital

  • 24 Jul 2026 06:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Palangka Raya menggelar talk show edukasi tentang pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di era digital di SMAN 2 Palangka Raya, Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya literasi digital serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran konten negatif yang dapat memengaruhi pola pikir remaja melalui media sosial maupun platform digital lainnya.

Katim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri, Ganjar Satriyono, mengatakan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Di era seperti sekarang ini dunia digital yang luar biasa masif ini dipakai oleh orang-orang kelompok orang yang tidak bertanggung jawab mencoba untuk merekrut anak-anak kita yang masih di bawah umur," ujar Ganjar.

Ia menjelaskan, kemudahan akses internet dan tingginya penggunaan gawai di kalangan remaja menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Menurutnya, penggunaan perangkat digital perlu diarahkan agar mendukung kegiatan positif, khususnya dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Lanjut Kasus UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah, Rensi, menjelaskan bahwa usia remaja menjadi kelompok yang rentan terpengaruh oleh konten ekstrem maupun provokatif karena berada pada tahap pencarian identitas.

"Anak pada usia remaja itu memang pada masa pencarian identitas," kata Rensi.

Ia menambahkan, pada fase tersebut kemampuan pengendalian diri, pengambilan keputusan, serta mengenali risiko belum berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, pendampingan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan remaja terhadap pengaruh negatif di dunia digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....