HAN 2026 Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak Dari Ancaman Narkoba

  • 24 Jul 2026 17:13 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam melindungi anak-anak dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Di Kota Palangka Raya, peredaran narkoba dinilai masih menjadi ancaman serius, sehingga dibutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam membentengi generasi muda sejak dini.

Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba, Sadagori Henoch Binti, menilai kerawanan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, khususnya tingkat SMP hingga SMA, sudah berada pada tahap yang perlu diwaspadai. Menurutnya, kemudahan anak-anak memperoleh zat adiktif maupun pengaruh lingkungan menjadi tantangan yang harus segera diatasi melalui edukasi yang berkelanjutan sejak usia dini.

Sadagori mengatakan upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pemerintah, sekolah, dan keluarga harus memperkuat edukasi mengenai bahaya narkoba agar anak-anak memiliki benteng yang kuat sebelum terpapar pergaulan negatif.

"Karena itulah kita mengharapkan dan mendesak pemerintah untuk memaksimalkan edukasi bahaya narkoba sejak dini. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Jangan tunggu mereka menjadi remaja atau pemuda, karena benteng pertahanan melawan narkoba harus dibangun dari rumah dan sekolah. Ketika sudah masuk dalam kehidupan narkoba, masa depan anak-anak akan hancur," ucapnya, Kamis, 23 Juli 2026.

Selain edukasi, pengawasan dari orang tua terhadap pergaulan anak dan penggunaan gawai juga dinilai sangat penting. Aktivitas positif seperti olahraga, seni, serta penguatan nilai keagamaan dan karakter diharapkan mampu menjadi pelindung agar anak tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, salah seorang warga sekaligus orang tua di Palangka Raya, Slamet Riady, menegaskan bahwa narkoba dapat merusak masa depan generasi muda. Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif memberikan pemahaman kepada anak serta memperhatikan lingkungan pergaulan mereka.

"Yang pertama kita harus memberikan edukasi kepada anak-anak atau keluarga, memberikan pemahaman tentang narkoba agar dapat terhindar. Kemudian lingkungan juga harus diperhatikan karena pengaruhnya sangat besar," katanya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026, seluruh pihak diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja. Dengan pengawasan keluarga, dukungan sekolah, kepedulian masyarakat, serta edukasi yang berkelanjutan, diharapkan generasi muda Palangka Raya dapat tumbuh sehat, berprestasi, dan terbebas dari ancaman narkoba. (Kaka Henri Saputra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....