Perawat Profesional Harus Memiliki Hati Melayani
- 13 Mei 2026 17:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kualitas seorang perawat tidak hanya diukur dari kecakapan teknis dan latar belakang akademis semata, namun juga harus dilandasi dengan ketulusan hati dalam melayani pasien. Hal tersebut menjadi poin utama dalam dialog "Inspirasi Kita" yang disiarkan langsung di youtube RRI Palangka Raya pada Rabu, 13 Mei 2026 .
Rektor Institut Kesehatan Suaka Insan, Suster Imelda Ingir Lajar, SPC.MHA, PhD, menegaskan bahwa meskipun keterampilan (skill) dan profesionalisme adalah hal yang wajib dimiliki, mendidik perawat agar memiliki empati jauh lebih krusial. Menurutnya, pengetahuan yang luas tidak akan memberikan dampak besar jika tidak dibarengi dengan niat melayani yang tulus dari dalam diri.
"Sebagai seorang perawat itu harus mempunyai skill, seorang profesional harus punya skill dan sebagainya. Tetapi mendidik seorang perawat yang punya hati itu sangat penting," ujar Suster Imelda dalam dialog tersebut.
Ia menjelaskan, kemampuan akademik dan pengetahuan tidak akan cukup apabila tidak disertai kepedulian terhadap orang lain. Menurutnya, pelayanan kesehatan akan lebih bermakna ketika dilakukan dengan ketulusan dan empati kepada pasien maupun keluarga pasien.
“Saya punya kepala, saya punya knowledge, saya punya pengetahuan, tetapi kalau saya tidak punya hati untuk melayani, maka saya kira itu tidak akan menyentuh setiap orang yang kita layani,” katanya.
Lebih lanjut, Suster Imelda menjelaskan bahwa kombinasi antara kecerdasan intelektual dan kepekaan hati adalah kunci keberhasilan pelayanan kesehatan. Ia berpendapat bahwa pengetahuan (knowledge) yang ada di kepala harus disalurkan melalui kasih sayang agar pelayanan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap individu yang dilayani.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tarakan, Dr. Ns. Dewy Haryanti Parman, M.Kep, MB, menyatakan bahwa profesi perawat merupakan sebuah panggilan jiwa. Ia mengingatkan kepada seluruh perawat dan calon perawat bahwa memilih profesi ini berarti siap mengemban tanggung jawab moral besar yang tidak mudah dijalani.
"Ketika kita memilih untuk menjadi perawat, pastikan itu adalah panggilan jiwa. Karena menjadi perawat itu tidak mudah. Kita harus melayani dengan hati, menyampingkan perasaan sendiri di saat mungkin lagi capek," ujar Dewy
Dialog ini diakhiri dengan pesan kuat bahwa profesionalisme di dunia keperawatan harus berjalan beriringan dengan dedikasi. Melakukan yang terbaik bagi pasien bukan sekadar menjalankan standar operasional prosedur, melainkan bentuk pengabdian nyata yang mengutamakan kepentingan orang lain di atas kelelahan pribadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....