Perbedaan Tafakur dan Overthinking dalam Perspektif Islam
- 26 Apr 2026 20:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Overthinking sering kali dianggap sama dengan tafakur dalam Islam. Keduanya memang sama-sama melibatkan proses berpikir, namun memiliki makna dan tujuan yang berbeda.
Dekan FUAD Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Zainab Hartini, mengatakan meski overthinking dan tafakur sama-sama memiliki arti berpikir, namun tujuan dari keduanya berbeda. Tafakur merupakan sikap berpikir yang membawa manfaat pada kedekatan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa.
"Karena begini, antara tafakur dan overthinking itu beda. Kalau tafakur ini berpikir juga, tetapi tafakur dalam Islam ini sesuatu yang berpikir yang mendekatkan bagaimana cara kita mendekatkan diri kita kepada Allah," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi, Jumat 24 April 2026.
Lebih lanjut, Zainab Hartini menjelaskan, sedangkan perbedaan dengan overthinking yaitu kebiasaan berpikir berlebihan yang lebih banyak membawa hal negatif. Bahkan, overthinking yang membawa kecemasan dan kekhawtairan berlebihan justru menjauhkan diri dari Tuhan.
"Tapi kalau overthinking, berpikir yang berlebihan justru melemahkan diri. Jadi kalau sesuatu yang kita pikirkan ini melemahkan diri kita, malah akan menjauhkan diri kita kepada Allah," katanya.
Ia menegaskan bahwa seseorang sebaiknya fokus pada hal-hal yang bermanfaat dan memberi dampak positif dalam kehidupan. Upaya tersebut perlu dibarengi dengan memohon pertolongan kepada Allah serta menghindari sikap lemah dalam menghadapi persoalan.
Sebagai penutup, Zainab mengingatkan agar tidak terjebak pada pikiran yang tidak membawa manfaat. Ia mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola pikiran agar tetap kuat secara mental dan spiritual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....